Menurutnya lagi, UU ini telah berdampak pada realisasi demokrasi yang semakin hari semakin tak karuan.

“Kami Gerakan Bogor Bergerak menilai undang undang Omnibus Law cipta kerja akan berefek jangka panjang dan melahirkan polemik yang berkepanjangan,” tambah Sofwan.

Tepat di hari ini tanggal 20 Oktober 2020, satu tahun sudah kepemimpinan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin. Namun, Sofwan melihat satu tahun telah berlalu, satu tahun telah berjalan, kesejahteraan rakyat tak kunjung tercipta, justru fakta terbalik.

Baca Juga  Ribuan Warga Ciherang Pondok meriahkan kegiatan Tahun Baru Islam 1440 H | Headline Bogor

“Kita saksikan hari ini kesejahteraan rakyat tak lagi menjadi prioritas, buruh-buruh di PHK tanpa adanya pesangon, hak hidup buruh yang semakin tak terjamin. Satu pertanyaan kami, “Kemana janji janji manismu wahai Jokowi Amin?,” tanyanya.

Ditengah keresahan masyarakat terhadap penolakan UU Omnibus Law Pemerintah sibuk menerima tamu dari luar, dari Perdana Menteri Jepang. Ini membuktikan bahwa asing lebih di prioritaskan dibandingkan masyarakat Indonesia itu sendiri.

Baca Juga  Bangga! Karate Unpak Borong 20 Medali | Headline Bogor

“Oleh sebab itu kami Gerakan Bogor Bergerak menyatakan Mosi Tidak Percaya Kepada Presiden dan DPR-RI , menolak Omnibuslaw dan tolak pengesahan UU Omnibus Law Cipta Kerja serta menolak Presiden Jokowi Dodo Tinggal di Bogor sebelum Omnibuslaw dan uu Omnibuslaw cipta kerja dibatalkan,” pungkas Sofwan. (*)