Bogor (Headlinebogor.com) – Camat Tamansari Ahmad Sopian dilaporkan usai berseteru dengan sekretarisnya sendiri, Ridwan, Jumat (11/8). Ridwan bahkan sempat menerima empat bogem mentah hingga menyebabkan memar dan berdarah di sekitar bibirnya.

Ridwan menceritakan sekitar pukul 09.00 WIB, Jumat (11/8/2017), Ridwan tengah memimpin brifing staf di kantor kecamatan.

Saat rapat berlangsung, lanjut Ridwan, camat tiba-tiba saja masuk ke ruangan.

“Saya sedang mimpin rapat, saya dipukul di bagian bibir, mulut, empat kali,” ujar Ridwan ketika dihubungi wartawan, Jumat (11/8/2017).

Baca Juga  KPU Kabupaten Bogor Lantik 1.300 Petugas PPS

Sebelum dipukul, kata Ridwan, dirinya sempat beradu argumen dengan Ahmad Sopian. Di tengah cekcok, pegawai yang hadir pun berusaha melerai. Usai insiden pemukulan, Camat Ahmad tidak diketahui keberadaannya.

Ridwan mengungkapkan, rapat yang dipimpinnya membahas sejumlah pekerjaan yang belum tuntas, terutama berkaitan dengan analisa jabatan, baik seluruh staf kecamatan dan pembinaan desa.

Dia mengaku menggelar rapat lantaran dilarang melakukan evaluasi kinerja. Padahal, keputusan memimpin rapat tersebut diambil sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) dalam Perbub Nomor 72 Tahun 2016.

Baca Juga  Headline Bogor | Bogor Regency - South Korea Partnership Dan Pencanangan City Off Sport And Tourism

“Ini program pemerintah. Saya mimpin rapat karena camat sempat ngelarang saya untuk evaluasi kinerja pembinaan ini dan dilarang mimpin staf. Sementara ini kan penting masih ada yang belum terselesaikan,” katanya.

Ridwan yang tak terima dengan tindakan pimpinannya itu kini tengah  membuat laporan polisi di Polres Bogor.

“Masih di Polres saya, saya mau bikin laporan,” ujarnya.