“Mengikat kuat bathin kita, kita benar-benar satu angkatan dan satu letting, dan itu lebih dari saudara, setelah melewati perjalanan panjang di ujung pengabdian ini, dengan hati yang tulus saya mengajak kepada seluruh kawan-kawan septa 89 kita bersatu dan berkumpul lagi, Kita satu hati satu jiwa, jalankan komitmen, AD/ART yang kita semua sepakati bersama, 32 tahun bukan waktu yang pendek untuk bisa kita lewati dengan reuni yang ke 13 Septa 89 bisa berkumpul,” ujar H. Basarudin.

Lanjut Ketua Septa 89, sesungguhnya jika tidak pandemi kita melakukan secara tatap muka Akbar, yang cukup banyak dari beberapa daerah, meraka sangat terharu karena kawan yang dulu satu pendidikan, kita murni bekerja sosial, berkawan, merasakan susah senang, tidak bisa dibayangkan, dalam pendidikan makan satu ompreng (piring-red) diaduk dan dimakan bareng-bareng, tetapi itu kenangan yang membekas, sampe sekarang, maka dari itu jika bertemu merasa senang.

“Septa paguyuban kumpulan tentara AD dengan golongan tamtama saat itu dalam letting Sapta 89, karena dalam 1 tahun ada 2 kelulusan, kebetulan kita lulusan yang pertama, kita bersyukur kepada Gusti Allah masih bisa bersatu dan bertemu. Jika ada yang sakit ataupun ada yang meninggal kita bantu, dengan dana yang kira kumpulkan 10.000 perorang di bendahara pusat di Jakarta, kegiatan dilingkungan kita memberikan sembako kepada orang yang tidak mampu,” ungkap H. Basarudin.

Baca Juga  Hadiri Silaturahim dan Buka Bersama,  Sri Mulyani Berharap Kedepan Gontor Hasilkan Ahli Keuangan Syariah | Headline Bogor

H. Sabaruddin juga menambahkan, Satu hati satu jiwa merupakan semboyan dari Septa 89 dan sebagai jiwa korsa kami sebagai prajurit. Ringan dan berat sama-sama, susah sama-sama dan senang sama-sama pula. Terakhir acara HUT Septa 89 yang dilakukan secara Akbar dan bertemu langsung, terakhir pada tahun 2018 dilaksanakan di Lapangan tembak Cijantung, dan 2019 di benteng Vander Wek Gombong, Jawa tengah. Dari anggota yang terdata 4000 orang, dan dari 10 Kodam diseluruh Indonesia ada sekitar 400 orang.

Baca Juga  Ketua DPN APPI, Sabela Gayo Ajukan Constitutional Review UU Dikti Ke Mahkamah Konstitusi | Headline Bogor

“Saya sangat berharap mengajak bagi yang belum bergabung dengan Septa 89, kita yang pensiun dan yang masih aktif mari kumpul menjalin silaturahmi, dan mengenang masa lalu bersama, tidak usah melihat sekarang kita itu apa, tidak usah melihat pangkat kita, semua sama didepan Septa 89,” tutup Basarudin. (*)