JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa posisi dalam struktural Danantara harus diisi oleh para profesional, tanpa adanya kepentingan titipan. Struktur lengkap Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) akan diumumkan pekan depan.
Hal ini disampaikan oleh Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani, usai bertemu dengan Presiden Prabowo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (5/3).
“Bapak Presiden menyampaikan kepada kami. Pilihlah orang-orang yang terbaik. Di dalam tim Danantara ini, tidak boleh ada titipan-titipan. Pilih yang terbaik. Tidak hanya di Indonesia, terbaik di dunia pun dimasukkan sebagai beberapa alternatif nama,” ujar Rosan.
Menurut Rosan, Presiden Prabowo menginginkan agar Danantara dapat berperan maksimal dalam mengelola investasi nasional, terutama dalam optimalisasi aset-aset Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan investasi di sektor-sektor strategis serta berkelanjutan.
“Danantara ini adalah badan investasi nasional yang bertujuan untuk meningkatkan perekonomian kita dan yang paling penting adalah juga meningkatkan penciptaan lapangan pekerjaan,” tambah Rosan.
Saat ini, tim independen nasional dan internasional masih membantu penyusunan struktur organisasi Danantara, termasuk dalam proses seleksi para calon pemegang jabatan.
Rosan juga menyebut bahwa pihaknya terus berkomunikasi intensif dengan Presiden Prabowo terkait struktur tersebut. Beberapa posisi penting dalam Danantara sudah diisi.
Presiden Prabowo telah menunjuk Pandu Sjahrir sebagai Chief Investment Officer (CIO) dan Donny Oskaria sebagai Chief Operation Officer (COO). Sementara itu, posisi Ketua Dewan Pengawas dipegang oleh Erick Thohir, dengan Muliaman Hadad sebagai Wakil Ketua Dewan Pengawas.
Struktur organisasi Danantara nantinya juga akan dilengkapi dengan sejumlah posisi strategis lainnya, seperti Dewan Pengawas, Dewan Penasihat, Oversight Committee, Komite Audit, Komite Investasi, hingga Komite Etik.
“Mungkin minggu depan saya rasa kita akan umumkan nama-nama tersebut, sehingga publik bisa melihat dan menilai bahwa mereka yang mengelola Danantara adalah orang-orang dengan reputasi baik, memiliki rekam jejak bersih, serta keahlian di bidangnya,” pungkas Rosan. (DR)