
Pemprov DKI Jakarta melakukan inovasi Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) untuk belanja UMKM sampai dengan 50 juta menggunakan e-Order. Market place yang diluncurkan sejak tahun lalu ini, membuka ruang bagi UMKM untuk ikut menikmati PBJ di Indonesia sekaligus menegaskankomitmen Pemprov DKI Jakarta sebagai Pemerintahan yang menggunakan pendekatan kolaborasi dalam setiap kebijakan.
“Kita terus mendorong kolaborasi warga dalam pengadaan barang dan jasa. Sekarang kami bisa mengajak warga menjadi mitra pemerintah. Dengan kolaborasi tentu saja akan membuat apa yang Pemprov DKI kerjakan makin akuntabel dan transparan. DKI Jakarta akan terus menjadi barometer dalam pelayanan sistem teknologi terkini, membangun sistem aplikasi kota cerdas (smart city), memberikan pelayanan yang efektif, cepat dan mudah,” paparnya.
Gubernur Anies menekankan bahwa penghargaan ini adalah salah satu pemantik untuk munculnya inovasi-inovasi yang lainnya di semua bidang, di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang lain. Sehingga, pelayanan publik Pemprov DKI jakarta akan menjadi lebih baik lagi.
“Kami terus berkomitmen untuk menciptakan inovasi-inovasi. Sehingga, ke depan, pelayanan kepada warga DKI Jakarta akan semakin baik,” pungkasnya.
Kepala Badan Pelayanan Pengadaan Barang dan Jasa (BPPBJ) Provinsi DKI Jakarta, Blessmiyanda, menambahkan, e-Order merupakan inovasi sistem pengadaan belanja yang merangkul UMKM sebagai mitra untuk berkolaborasi, sehingga akan meningkatkan kesejahteraan para pelaku UMKM.
“BPPBJ sebagai center of excellence dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah telah melakukan 3 (tiga) terobosan pemberdayaan pelaku UMKM sehingga akan meningkatkan kesejahteraan mereka, antara lain penggunaan Katalog
Lokal, Swakelola tipe III dan IV, dan e-Order di mana merupakan belanja langsung barang/jasa melalui UMKM Binaan Provinsi DKI Jakarta,” ujarnya. (*)
Bangun Rumah, Renovasi Rumah dan Pekerjaan Sipil Lainnya YA ASPRO AJA
Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !