Berbekal latar belakang sebagai ahli teknik mesin dan material, Sulhajji menyadari bahwa kemampuan teknis saja belum cukup. Menurutnya, seorang inovator juga harus memahami dunia bisnis agar hasil penelitian dapat berkembang menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan mampu bersaing di pasar.

Kesadaran itulah yang membuatnya mulai mempelajari ilmu kewirausahaan. Di sela-sela kesibukannya sebagai aparatur sipil negara (ASN), ia aktif mengikuti berbagai pelatihan entrepreneur sekaligus mulai merintis usaha.

“Saya memaksakan diri belajar bisnis, saya mengikuti berbagai pelatihan entrepreneur sambil tetap menjadi pegawai negeri, di sela-sela itu saya juga mulai menjalankan usaha,” katanya.

Baca Juga  Headline Bogor | Bupati Bogor Buka MTQ ke-42 Tingkat Kabupaten Bogor

Perjalanan tersebut akhirnya semakin memantapkan tekad Sulhajji untuk meninggalkan status sebagai ASN dan menekuni dunia usaha secara penuh. Keputusan itu diambil sebagai bentuk keyakinannya bahwa inovasi dan kewirausahaan dapat berjalan beriringan dalam menciptakan nilai ekonomi sekaligus membuka peluang kerja.

Kini, selain aktif sebagai pengusaha dan Wakil Ketua Kadin Kabupaten Bogor, Sulhajji juga kerap menjadi narasumber dalam berbagai pelatihan kewirausahaan. Melalui pengalaman yang dimilikinya, ia berharap semakin banyak generasi muda yang berani menjadi entrepreneur.

“Alhamdulillah sampai sekarang saya masih sering menjadi narasumber dan melatih teman-teman yang ingin menjadi pengusaha, saya berharap semakin banyak entrepreneur baru yang lahir dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan,” tuturnya. (DR)