
Mantan Komandan Jenderal Kopassus juga berpesan selanjutnya tidak boleh lagi ada kebakaran hutan dan lahan atau bertambah luas hutan dan lahan yang terbakar.
“Caranya, adanya sosialisasi kepada masyarakat, lalu hidup bersama mereka dan membuka lapangan kerja,” tambahnya.
Dansatgas yang juga Danrem 044/Gapo Garuda Dempo, Kolonel Arh Sonny Septiono menjelaskan selama pemadaman Karhutla, tercatat ada 11.310 petugas gabungan yang ikut terlibat. Selain itu juga tercatat untuk hotspot tertinggi di Sumatera Selatan adalah pada tahun 2015 dengan 27.043 hotspot. Pada tahun 2018 sejumlah 2.081 hotspot dan 2019 sejumlah 17.015 hotspot.
Selama penanggulangan, pihaknya mengklaim sudah menghabiskan 106.194.000 liter air untuk pemadaman api dan 115,5 ton penaburan garam TMC untuk hujan buatan. Di sisi lain, sebanyak 46 orang yang diduga terlibat dalam praktik pembakaran lahan telah ditangkap.
Sejauh ini sebanyak 312 desa yang terdampak karhutla telah diberi sosialisasi, giat patroli, pemadaman darat dan udara, sekat, pembasahan, sumur bor, tim PPRC, melaksanakan Gakkum, doa dan Sholat Istisqo, TMC serta penguatan media.