KOTA BOGOR – Pengelolaan pasar induk Teknik Utama (TU), Kota Bogor dikeluhkan ratusan pedagang. Pasalnya uang sewa yang ditetapkan oleh pigak ketiga terlampau mahal.

Kepada wartawan, Supendi (46) pedagang yang telah berdagang swjak tahun 2000, menuturkan, karena faktor kebutuhan, ia terpaksa membayar.

“Kami dikenakan tarif yang mahal, Cuma karena kebutuhan, jadi terpaksa kami bayar sewanya,” keluhnya.

Baca Juga  Beauty Days Out 2025 Hadir di Bogor, Sajikan Tren Kecantikan dan Kuliner dalam Satu Event

Senada dengan itu, Madrofi (52) warga Cilebut, yang berjualan di lapak milik saudaranya, juga merasa terbebani dengan uang sewa tersebut.

Menurutnya, sewa yang dia bayarkan bukan kepada pengelola tapi kepada oknum yang biasa dikenal dengan sebutan pengepul (cukong).