KOTA BOGOR – Ketua Komunitas Pengurus Terminal Baranangsiang (KPTB) Kota Bogor, Teddy Irawan, menyampaikan tanggapan terkait rencana revitalisasi Terminal Baranangsiang yang dijadwalkan dimulai akhir Januari 2025.

Teddy menyoroti pentingnya perhatian terhadap berbagai aspek, mulai dari kondisi fisik, masyarakat terminal hingga nasib pelaku ekonomi di kawasan tersebut.

“Kami tetap komitmen memperhatikan situasi di Terminal Baranangsiang yang semakin sepi setiap harinya. Banyak ruang publik di terminal ini yang rusak dan perlu segera diperbaiki,” ujar Teddy, Sabtu (21/12).

Baca Juga  Headline Bogor | Anies Baswedan Tamu Istimewa Di Helaran HJB Ke 537

Namun, hingga kini, KPTB mengaku belum menerima informasi detail terkait konsep revitalisasi yang akan dilakukan.

“Untuk rencana bentuk rupa yang akan dibangun, sampai hari ini kami belum tahu seperti apa. Terakhir kami rapat beberapa tahun lalu, tetapi terus mundur tanpa ada kabar lagi,” ungkapnya.

Teddy juga menekankan pentingnya mengakomodasi unsur kearifan lokal dalam revitalisasi Terminal Baranangsiang yang dapat mencerminkan rupa dan identitas Kota Bogor.

Baca Juga  Headline Bogor | Kolaborasi Bersama Mabes Polri, Aing Sunda Bagikan 200 Paket Sembako Door to Door

“Selain itu, nasib para pelaku ekonomi di terminal juga harus diperhatikan. Jangan sampai pembangunan baru justru menghilangkan mata pencaharian masyarakat di sini,” tegasnya.

Ia berharap pemerintah dapat memberikan perhatian khusus kepada masyarakat sekitar terminal sebelum memulai proyek revitalisasi.

“Kami meminta pemerintah mempertimbangkan dampak sosial dan ekonomi agar keberlangsungan hidup masyarakat terminal tetap terjaga,” tutup Teddy. (DR)