JAKARTA – Tim bulutangkis Indonesia menggelar latihan pertama di practice court Utilita Arena Birmingham pada Ahad (9/3) sore. Sesi latihan ini difokuskan untuk pemulihan kondisi setelah perjalanan panjang dari Jakarta yang berlangsung sejak Jumat hingga Sabtu.

Latihan ini juga diikuti oleh pasangan ganda putra Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani yang baru tiba dari Jakarta, serta ganda putri Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti yang sebelumnya bertanding di ajang Orleans Masters 2025.

Pelatih ganda putri, Nitya Krishinda Maheswari, menegaskan bahwa sesi latihan hari ini bertujuan untuk mengembalikan kondisi fisik sebelum memasuki latihan utama.

“Latihan hari ini lebih ke conditioning badan karena Ana/Tiwi baru sampai dari Indonesia, sedangkan Apri/Fadia baru selesai bertanding di Orleans. Jadi, hari ini lebih untuk menyesuaikan kondisi sebelum latihan sesungguhnya besok,” ujar Nitya.

Ia berharap para pemain bisa tampil dengan performa terbaik dan meraih hasil positif di All England 2025.

Baca Juga  Headline Olahraga | Kejurda KU Jabar 2019, FPTI Kota Bogor Kirim 10 Pemanjat Junior

” Saya berharap mereka bisa mengeluarkan permainan terbaik yang mereka punya. Hasil dan target tentu ada, tapi semua kembali pada performa mereka di lapangan. All England adalah turnamen unik dengan atmosfer yang berbeda, jadi semoga mereka bisa memanfaatkan momentum ini,” tambahnya.

Sementara itu, tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, menegaskan bahwa dirinya tidak ingin terlena dengan status sebagai juara bertahan. Ia memilih untuk fokus menghadapi setiap pertandingan secara bertahap.

“Saya tidak mau terlalu terpaku pada hasil tahun lalu. Tahun ini adalah tantangan baru, situasi baru, jadi saya harus fokus satu demi satu pertandingan,” kata Jonatan.

Ia juga mengungkapkan bahwa kondisi cuaca di Birmingham kali ini lebih bersahabat dibanding tahun sebelumnya.

“Ada dua hari untuk persiapan, hari ini dan Senin besok. Hari ini lebih ke pemulihan kondisi dan adaptasi cuaca. Beruntung, suhu di sini lebih hangat dibanding tahun lalu, sekitar 10-16 derajat Celsius, sedangkan tahun lalu di bawah 8 derajat,” jelasnya.

Baca Juga  Porprov XIV Jawa Barat, Futsal Pria Kabupaten Bogor Unggul 9-2 Atas Kabupaten Ciamis

Terkait persaingan di sektor tunggal putra, Jonatan menilai tidak banyak perubahan dari tahun lalu dan tetap akan berlangsung ketat.

“Para pemainnya kurang lebih sama dengan tahun lalu, jadi persaingan akan tetap ketat,” tutupnya.

Tim Indonesia masih akan menjalani dua sesi latihan pada Senin (10/3/2025), yakni di practice court pada sore hari dan mencoba arena pertandingan di malam hari.

Turnamen All England 2025 akan berlangsung pada 11-16 Maret 2025 di Utilita Arena Birmingham, Inggris. Sebagai salah satu turnamen paling bergengsi di dunia, ajang ini memiliki level BWF Super 1000 dengan total hadiah mencapai $1.450.000 USD. (*)