Tim JKW PWI Nikmati Indahnya Panorama Danau Kelimutu

KABUPATEN ENDE – Keindahan danau Kelimutu yang ada di Flores, tepatnya di Kabupaten Ende menjadi magnet tersendiri bagi para motoris yang tergabung di Tim Jelajah Kebangsaan Wartawan (JKW)–PWI untuk dikunjungi.

Tim yang terdiri dari Yanni Krishnayanni, Indrawan Ibonk, Adji Tunang Pratama dan Sonny Wibisono ini menyempatkan diri ke destinasi tiga buah danau dengan warna yang berbeda-beda tersebut.

Pagi hari sekitar jam 08.00 WITA keempatnya berangkat dari Ende pada Minggu, (27/2) dengan cuaca yang cukup cerah dan berharap dapat tepat waktu sampai di pegunungan Kelimutu tersebut untuk melihat keindahan danau yang cukup fenomenal tersebut.

Post ADS 1

Sekitar 20 menit sebelum mencapai pintu gerbang danau Kelimutu, gerimis kecil, kabut tebal, angin kencang dan suhu yang cukup dingin sekonyong-konyong menyergap keempat motoris tersebut.

Berkendara disini harus lebih ekstra hati-hati mengingat aspal menjadi licin dengan tanjakan-tanjakan yang cukup ekstrim. Setelah membayar restribusi keempatnya masih harus kembali membetot gas tunggangan masing-masing sejauh 4 km untuk sampai di area parkir untuk menuju danau yang sempat diabadikan dalam pecahan uang Rp.5.000,- tersebut.

Setelah mempersiapkan diri dengan perbekalan seperti air mineral dan mekanan kecil keempatnya dan berfoto sejenak di depan papan nama Kelimutu National Park, mereka memulai trekking mengikuti jalur yang sudah tersedia.

Selama hampir 10 menit perjalanan, akses menunju danau yang berada di ketinggian sekitar 1.639 mdpl ini menghadirkan suguhan asri hutan pinus dan lansekap yang memanjakan jiwa para pengunjung.

Tanpa terasa keempatnya tiba di akses dua danau petama yakni Tiwu Ata Polo yang memiliki kedalaman kira-kira 64 meter dan Tiwu Ata Bupu memiliki kedalamanan kurang lebih 67 meter dengan luas yang mencapai 4 ha.

Nah, di kedua danau keempat motoris ini berdecak kagum dengan ciptaan Tuhan yang sungguh luar biasa ini. Suguhan warna hijau dan kebiruan memancing mereka untuk mendokumentasikan hal tersebut.

Sampai-sampai untuk mendapatkan spot pandang terbaik mereka mencoba untuk sedikit mendaki ke tebing yang lebih tinggi. Angin yang lumayan kencang dan rintik hujan yang tiba-tiba menyergap menjadi pencapaian tersendiri dengan hasil foto terbaik yang mereka dapatkan.

Selanjutnya, keempatnya kembali melanjutkan perjalanan untuk mencapai danau yang terakhir yang bernama Tiwu Nuwa Muri Kofai. Perjalan ke spot terakhir ini harus diselesaikan dengan trekking mendaki sekitar 10 sampai 15 menit perjalanan.

Pages: 1 2

Berita Daerah & Nasional

Menu
ASPRO Property..

Bangun Rumah, Renovasi Rumah dan Pekerjaan Sipil Lainnya YA ASPRO AJA

Promo Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !