KABUPATEN BOGOR – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, Ridwan Muhibi menegaskan, jika Bogor Career Center (BCC) di bawah naungan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bogor lebih baik dibubarkan.
Menurutnya, BCC Disnaker Kabupaten Bogor telah gagal menjadi implementasi jargon politik pasangan Bupati dan Wakil Bupati Terpilih, Ade Yasin-Iwan Setiawan dalam pengurangan pengangguran.
“Atau paling tidak, BCC dipisahkan dari Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) dan dibuatkan badan tersendiri yang langsung dibawah pemantauan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Bogor,” ungkapnya dilansir dari portal cibinongnews.com (CnC), Rabu (21/7).
Seharusnya, menurut Ridwan Muhibi, kehadiran BCC bisa memberikam dampak yang nyata, seperti info lowongan kerja, peningkatan keterampilan kerja, pengawasan tenaga kerja ataupun informasi lainnya tentang dunia industri.
“Dibuatnya BCC kan atas kepentingan masyarakat, jika masyarakat hanya sedikit yang bisa merasakan dampaknya, saya rasa amat mubazir anggaran yang sudah diberikan untuk pembangunan BCC ini,” lanjut Kang Bibih.
Apalagi di masa pandemi ini, lanjut Kang Bibih, Disnaker Kabupaten Bogor melalui BCC seharusnya mampu menjadi jawaban atas ke khawatiran buruh-buruh Kabupaten Bogor yang terancam ataupun sudah di PHK.
“Amat banyak perusahaan-perusahaan besar yang berdiri di bumi tegar beriman ini, jika tidak ada suatu hal yang bisa dirasakan manfaatnya untuk mengurangi angka pengangguran, seperti yang sudah saya katakan di awal lebih baik BCC dibubarkan saja,” tegasnya
Sebelumnya, Joko Sumarno Kabid Penempatan dan Perluasan Tenaga kerja pada Disnaker Kabupaten Bogor menjelaskan, hingga saat ini program BCC yang diharapkan oleh masyarakat bisa mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Bogor masih dalam tahapan pengembangan.
“Insyaallah target pengembangan selesai di bulan Agustus 2021, rencananya pengembangan tersebut, tersedianya gerai BCC di beberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor, dengan layanan yang disediakan dalam gerai BCC tentang informasi lowongan pekerjaan, informasi peningkatan kompetensi, informasi pemagangan, dan beberapa hal lain yang ada keterkaitannya dengan pelayanan disnaker termasuk data ketenagakerjaan,” singkatnya.
Sementara itu, salah satu aktivis buruh yang menyoroti BBC, Rizal Reinden yang juga Ketua Forum Komunikasi Buruh Citeureup (FKBC), mengatakan sejauh diciptakannya BCC ini belum ada kinerja yang bisa mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Bogor.
“Seharusnya BCC bisa memberikan informasi terkait kebutuhan akan tenaga Kerja di wilayah kabupaten Bogor sesuai dengan maksud dan tujuannya lembaga ini didirikan,” ucapnya.
Sehingga, lanjut Rizal, kehadiran lembaga ini bisa dirasakan oleh masyarakat kabupaten Bogor.
“Minimal bisa memberikan informasi atau dapat memfasilitasi skill akan kebutuhan tenaga Kerja sampai penempatan tenaga kerja namun sampai saat ini kami belum melihat Output atau hasilnya” jelas Rizal. (*)

