alterntif text

Select Page

alterntif text

MENCARI MASA DEPAN BOGOR

MENCARI MASA DEPAN BOGOR

(Headlinebogor.com) – Bogor dengan segala kesibukannya membuat kota ini seperti tidak jauh berbeda dengan Ibu Kota. Dengan luas Kota yang mencapai 118,50 kilometer persegi, Bogor memiliki banyak potensi yang dapat terus dikembangkan. Pemerintah pusat yang terus gencar memajukan ekonomi kreatif sebagai bidang yang diunggulkan, Kota Hujan ini juga turut menyumbang di beberapa bidang sebagai salah satu bukti keturut sertaan Bogor memajukan perekonomian bangsa. Potensi yang besar dibidang pertanian dan perternakan, kota yang saat ini dijuluki kota sejuta angkot ini juga banyak menjadi media pembelajaran kota kota lain untuk berkembang seperti Bogor. Terlebih Bogor berhasil menyabet gelar “The Most Lovable City” se dunia pada tahun 2016 dan mampu mengalahkan salah satu kota terbaik dunia yaitu Paris.

Untuk terus mempertahankan bahkan memajukan seluruh potensi kekayaan kota Bogor bukanlah hal yang mudah. Dibutuhkan pemimpin yang tangguh dan pemberani untuk menata kota yang lebih baik lagi. Selain itu sosok yang fresh dirasa pas untuk memimpin kota dengan jumlah penduduk lebih dari enam juta jiwa ini.

Pergantian pengisi kursi orang nomor satu di Bogor akan segera dilangsungkan pada 2018 mendatang. Persaingan politik kian gencar terasa sedikit demi sedikit di kota pimpinan Bima Arya Sugiarto ini. Dikutip dari BogorToday.com, kurang lebih sebanyak 13 calon walikota periode 2018 – 2023 mendatang sudah terdaftar untuk bersaing.

Dari sekian banyaknya nama, salah satunya ada pria alumni Fakultas Hukum Universitas Indonesia yang merupakan pengacara handal Indonesia, Sugeng Teguh Santoso. Dengan tampilan yang sederhana bahkan merakyat, Sugeng adalah pengacara andalan Presiden terpilih Joko Widodo. Kecerdasannya menangani ratusan kasus membuat beliau disegani lawannya di meja hijau. Komitmennya yang kuat untuk memperjuangkan keadilan hukum agar tidak hanya runcing kebawah. Tapi juga keatas. Sikapnya yang adil dimiliki Sugeng membuat namanya menjadi salah satu yang bisa menghantui lawan politiknya pada pemilihan Walikota Bogor 2018.

Lahir di Semarang, 13 April 1966 Sugeng juga dijuluki sebagai “Bapak Berpeci Hitam”. Kesehariannya yang selalu menggunakan Peci Hitam sebagai identitasnya juga merupakan ekspresi sikap kebangsaan dan sikap perjuangan untuk masyarakat. Kiprahnya di dunia advokat sudah tidak diragukan lagi. Tugasnya untuk membela kaum lemah sudah banyak ditunjukan Sugeng di daerah kota dan kabupaten Bogor. Tahun 2014 beliau membela masyarakat Atmajaya Kabupaten Bogor atas kewenang – wenangan pengusaha tambang. Sugeng yang membela Muhamad Miki yang sudah dijebloskan ke penjara atas laporan pengusaha tambang, kemudian mengajukan gugatan melalui Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) dan terus membelanya hingga saat ini. Selain itu, pendiri Serikat Pengacara Indonesia ini juga membela masyarakat dalam persoalan Terminal Baranangsiang serta memberi konsultasi pada warga yang mayoritas menolak.

Dalam persaingannya pada pemilihan Walikota Bogor 2018, Sugeng memiliki visi untuk menjadikan kota yang terus tumbuh menjadi kota milik semua warganya. Selain itu, Bapak Berpeci Hitam itu juga memiliki sejumlah misi yang patut dipertimbangkan sebagai pemimpin baru Kota Hujan ini. Diantaranya, merawat dan meneguhkan ke-Indonesiaan khususnya Bogor dengan mengedepankan pancasila dan konstitusi dalam setiap gerak pembangunan daerah, membangun infrastruktur untuk warga yang masif dan ramah, meningkatkan layanan kesehatan gratis, meningkatkan pendidikan gratis di sekolah negeri, memperkuat ekonomi mandiri, dan lainnya.

Pria dengan dengan tagline “Sang Pembela” merupakan cerminan diri Sugeng Teguh Santoso. Dengan maju melalui jalur independent, Sugeng akan membangun paradigma baru pada dunia politik yanh bersih dan sehat. Dengan demikian, dukungan masyarakat dengan KTP serta dukugan moril sangat dibutukan demi terciptanya Bogor yang lebih nyaman, bersih dan sehat.

Dengan masa depan yang cerah dan didukung oleh potensi yang besar, Sugeng akan mengayomi masyarakat Bogor ke arah yang lebih baik lagi. Memiliki latar belakang hukum yang kuat, Sugeng merupakan sosok yang adil di kalangan masyarakat bawah. Tujuannya untuk terus mensejahterakan rakyat juga menjadi point penting dalam sosok pemimpin yang baik.

 

 

Penulis : Anugrah Pratista

Foto : visitbogorcity.blogspot.co.id/bogornews.com

KOMENTAR

About The Author