Sukabumi – Kemarau berkepanjangan menyebabkan beberapa daerah di Indonesia mengalami krisis air bersih. Salah satunya di Sukabumi. Sebanyak 54.041 jiwa dari 16.681 kepala keluarga mengalami krisis air bersih.

Menurut Kepala Pusat Pengendalian Operasi BPBD Kabupaten Sukabumi Yana Rusyana pada Kamis (21/9) menjelaskan “55 Desa dari 24 Kecamatan mengalami krisis air”. Akibatnya banyak masyarakat yang harus mencari air hingga belasan kilometer.

Baca Juga  Headline Nasional | Ombudsman Temukan Maladministrasi dalam Penanganan Unjuk Rasa 21-23 Mei

Bukan tidak mungkin, bila kemarau berkepanjangan ini masih terus berlanjut, tidak hanya air bersih yang sulit dicari, namun lahan pertanian pun akan ikut kering.

[button link=”http://headlinebogor.com/kota-bogor/yunus-gobai-desak-sertifikasi-guru-di-paniai-segera-dibayar” color=”red” newwindow=”yes”] YUNUS GOBAI: DESAK SERTIFIKASI GURU DI PANIAI SEGERA DIBAYAR[/button]

Dikutip dari Antaranews, Yana menambahkan “Warga yang daerahnya terdampak bencana ini jika ingin dipasok air bersih bisa mengajukan ke pihak desa yang kemudian dilanjutkan ke kecamatan agar proses pengirimannya dipercepat. Sebab jumlah armada truk tangki tidak sebanding dengan daerah yang mengalami krisis air bersih,” pungkasnya.

Baca Juga  Menteri HAM Natalius Pigai Angkat Bicara Terkait Keinginan Menaikan Anggaran

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), kekeringan di Sukabumi masih panjang hingga 30 sampai 60 hari kedepan. (AP)