KOTA BOGOR – Penguatan Satuan Tugas (Satgas) Pelajar Kota Bogor guna mencegah dan menekan angka kekerasan pelajar mendapat dukungan dari Anggota Legislatif Kota Bogor dari Pertai NasDem, Devie Prihartini Sultani (DPS).
“Kami akan mendukung penuh Satgas Pelajar melalui fungsi kami di DPRD yaitu fungsi budgeting. Jadi kami harap saat rapat kerja nanti, pihak Disdik Kota Bogor akan mengajukan anggaran yang sesuai untuk keberlangsungan Satgas Pelajar,” kata DPS dalam FGD di Kantor Disdik Kota Bogor, baru-baru ini.
DPS yang juga Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Bogor itu menilai Penguatan terhadap Satgas Pelajar merupakan tindakan preventif. Sehingga harus dilakukan dengan maksimal, bukan hanya tindakan reaktif setelah terjadi kejadian kekerasan pelajar.
Menurut dia diperlukan adanya penguatan dan dilakukan secara maksimal terhadap tindakan preventif,, bukan hanya tindakan reaktif setelah terjadi kejadian kekerasan pelajar.
Dalam FGD tersebut, DPS juga menekankan perlu adanya kolaborasi dari Aparat Penegak Hukum (APH) dengan Pemerintah Kota Bogor dengan dimasukkan ke dalam kurikulum belajar agar edukasi yang diterima oleh pelajar tidak hanya mencari nilai untuk rapor, tetapi juga nilai dalam bermasyarakat.
“Seperti program jaksa masuk sekolah adalah hal yang perlu kita dukung dan kita kolaborasikan. Sehingga penyuluhan yang dilakukan oleh APH ke murid-murid bisa maksimal karena adanya dukungan semua pihak,” sebut DPS.
DPS juga menekankan perlu adanya hukuman yang diberikan kepada para pelaku kekerasan pelajar agar mendapatkan efek jera. Meski mereka masih di bawah umur dan dilindungi oleh undang-undang.
“Kegagalan kita adalah manakala ada murid sekolah kita yang melakukan tindakan-tindakan kriminal. Kita harus serius menangani hal-hal semacam ini karena kita negara hukum,” ungkapnya.
DPS juga menyayangkan kekerasan pelajar sering terjadi di Kota Bogor. Padahal kata dia keberadaan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo di Kota Bogor seharusnya membuat semua elemen menjaga keamanan dan kenyamanan.
“Kota Bogor yang notabene tidak jauh dari ibu kota bahkan Pak Presiden sering kali berada di istana bogor harusnya jelas Kota Bogor menjadi salah satu kota teraman dan ternyaman,” terangnya.
Dia juga mendorong Diskominfo Kota Bogor untuk melakukan penambahan pengadaan CCTV di ruas-ruas jalan Kota Bogor. Menurutnya hal tersebut dapat membantu kepolisian dalam melakukan monitoring dan investigasi jika terjadi kekerasan pelajar di kemudian hari.
Turut hadir pada kesempatan tersebut, Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol. Bismo Teguh Prakoso, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Bogor, Waito Wongateleng, Kepala Disdik Kota Bogor, Sujatmiko, Kepala sekolah SMP Negeri dan Swasta se-Kota Bogor serta Satgas Pelajar.
(*/DR)