
KABUPATEN BOGOR – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Mulyadi menyoroti jebolnya atap atau plafon Masjid Agung Baitul Faizin yang berlokasi di Komplek Pemerintahan Kabupaten Bogor yang baru selesai direnovasi pada tahun 2019 tersebut.
Mulyadi yang merupakan anggota DPR RI fraksi Gerindra itu menyampaikan, jebolnya atas atau plafon masjid Agung Baitul Faidzin di Komplek Pemkab Bogor tersebut, harus dilakukan audit dan investigasi.
“Intinya apa yang saya sampaikan belum lama ini terbukti, harus ada audit investigatif terhadap setiap proses penggunaan anggaran di Kabupaten Bogor,” kata Mulyadi saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (26/2).
Menurutnya, ambruknya atap Masjid Agung Baitul Faizin yang baru selesai direnovasi pada tahun 2019 lalu itu, harus dijadikan momentum untuk meruntuhkan indikasi mafia proyek di Kabupaten Bogor khususnya.
“Masjid saja sebagai cerminan pembangunan untuk meningkatkan kwalitas dan kwantitas iman serta ketaqwaan masih di bangun asal asalan, apalagi sektor lain,” ujarnya.
Politisi Gerindra yang juga merupakan Caleg Daerah Pemilihan (Dapil) Kabupaten Bogor ini melanjutkan, dalam persoalan ini sekali lagi stakeholder Kabupaten Bogor harus segera menguatkan sinergi untuk mengawal perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan pembangunan.
Jangan sampai, sambungnya, pembangunan kehilangan ruh dengan pembangunan asal-asalan tanpa manfaat dalam meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat banyak.
“Dalam perihal ini, saya minta penegak hukum berwenang harus responsif dan bekerja profesional, jangan terjebak kepada pengkondisian yg justru pada akhirnya merugikan masyarakat,” tegasnya.
Sekedar diketahui, atap atau plafon Masjid Baitul Faizin di Komplek Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Bogor yang baru selesai direnovasi pada tahun 2019 lalu, jebol.
Bangunan yang memakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2017 hingga senilai Rp 26 miliar dan belum diresmikan oleh Bupati Bogor, atap Masjid Baitul Faizin itu telah ambruk.
Kabid Hikmah Politik dan Kebijakan Publik pada PC Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Bogor, Iksan Awaludin mengatakan, pihaknya menantang aparat penegak hukum untuk titik terang atas tabir gelap pada pembangunan Masjid Baitul Faizin.
“Perlu ada keseriusan Polres Bogor atau Kejari Kabupaten Bogor atas jebolnya plafon yang mengindikasikan ketidakberesan dalam renovasi masjid itu,” ujar Iksan kepada wartawan, Selasa (25/2) kemarin.
Ia menambahkan, pembuktian atas dugaan ketidakberesan renovasi tempat ibadah umat muslim di dalam komplek perkantoran Bupati Bogor itu.
“Ini menjadi tantangan awal bagi wajah-wajah baru pimpinan penegak hukum. Pembangunan itu benar-benar di depan mata,” tutupnya.
(Deddy)
Bangun Rumah, Renovasi Rumah dan Pekerjaan Sipil Lainnya YA ASPRO AJA
Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !