Headline Bogor | Arca Orang Bersemedi di Ciampea Hilang, Penggiat Minta Kepedulian Pemerintah

KABUPATEN BOGOR – Arca peninggalan kerajaan Tarumanegara dengan bentuk orang tengah bersemedi di Gunung Kapur, Kecamatan Ciampea, hilang entah kemana. Padahal, Arca tersebut merupakan situs peninggalan sejarah yang pertama kali di ketemukan oleh Suma (55) warga Desa Bojong Rangkas, Kecamatan Ciampea.

Penemuan Arca, Musa menuturkan penemuan arca dengan bentuk orang tengah bersemedi dengan tinggi 50 cm, dan Batu Nangtung (batu berdiri) pada tahun 2017. Ia menceritakan awalnya, dirinya bersama teman hendak mengambil kayu untuk bahan bakar. Tiba-tiba melihat arca yang di tutupi dedaunan.

Setelah lumut dan dedaunan yang menutupi Arca dibersihkan ternyata itu merupakan benda bersejarah yang berbentuk orang kecil tengah bersemedi. Sedang batu berdiri, berada di sampingnya dengan posisi tegak lurus.

Post ADS 1

“Tadinya arca tersebut hendak di bawa ke rumah, namun di larang oleh yang menunggu area Gunung Kapur. Sebab, benda tersebut benda bersejarah dan perlu di lindungi, ” Jelasnya.

Ia mengungkapkan karena , Situ bersejarah tersebut tidak di jaga akhirnya hilang entah kemana. Padahal, berat arca tersebut lebih dari seratus kilogram. Ketika di bawa oleh empat orang juga tidak bakal keangkat.

“Saya juga menyangkan, Situs berbentuk arca tersebut hilang. Padahal, arca tersebut merupakan peninggalan sejarah yang harus di lindungi, ” Ujar Musa keluhnya.

Menurut Musa, tidak hanya kali ini penemuan arca di Gunung Peninjauan atau biasa di sebut Gunung Kapur. Warga sekitar juga pernah menemukan arca lima salah satunya bentuk arca tersebut tanpa kepala.

Di puncak Gunung Kapur, punggungan hingga kaki ter­hampar benda-benda berni­lai sejarah sebagai warisan peradaban purba Sunda. Salah satunya warisan Kera­jaan Tarumanegara abad ke-5 Masehi. Ini ditandai pene­muan arca peninggalan Prabu Purnawarman yang tersebar di Gunung Kapur pada 1971.

Sejak 1978, warga sekitar banyak menemukan arca dan prasasti Kerajaan Purnawar­man. Arca yang dibuat itu dikenal dengan patung 5, 4, 3, 2 dan 1. Konon bentuk pa­tung yang dibuat merupakan wujud peringatan atau pesan bahwa di tempat tersebut pernah ditempati atau di­huni kelompok masyarakat Pajajaran.

“Kalau engga salah, ada salah satu arca yang dibawa ke musium pasir angin. Kita berharap pemerintah bisa melindungi benda-benda sejarah yang ada di area Gunung Kapur, ” Pungkasnya.

(AG/DL)

Berita Daerah & Nasional

Menu
ASPRO Property..

Bangun Rumah, Renovasi Rumah dan Pekerjaan Sipil Lainnya YA ASPRO AJA

Promo Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !