
KOTA BOGOR — Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengungkapkan langkah Pemerintah Kota Bogor dalam upaya membangun kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan disiplin. Hal ini disampaikannya Sat melakukan peninjauan ke beberapa sekolah baru.
“Saya diskusi dengan Pak Dandim 0606 juga sudah menyiapkan batalyon 315 untuk dijadikan barak militer bagi anak-anak yang memang perlu mendapatkan pendidikan di barak militer, jadi ini langkah-langkah yang lebih banyak penekanan kepada pembangunan manusia bukan pembangunan infrastruktur saja,” ujar Dedie, Rabu (28/5).
Ia menambahkan bahwa pembangunan manusia menjadi perhatian penting dan harus menjadi bagian dari kebijakan bersama.
“Jadi manusianya juga harus dibangun termasuk pak gubernur sudah mengeluarkan juga aturan tentang jam malam jadi itu langkah-langkah yang harusnya kita dukung bersama supaya pembangunan manusianya menghasilkan anak-anak yang memang berkualitas,” katanya.
Mengenai kebijakan jam malam, Dedie menyampaikan bahwa sosialisasi sudah dilakukan secara luas oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
“Terkait jam malam, kelihatannya kan pak gubernur sudah banyak menyampaikan langkah-langkah melalui media sosial jadi pesan ini sudah sampai,” jelasnya.
Wali Kota juga mengapresiasi kinerja Polresta Bogor Kota dalam menjaga keamanan melalui patroli rutin yang dinilai efektif.
“Tinggal kita monitoring aja di lapangan tadi juga dengan Kapolresta Bogor Kota dengan program meraih emas dari Polresta Bogor Kota. Kan bagus ini, ternyata juga mampu menekan potensi kriminalitas di sekitar kota Bogor,” ujarnya.
“Hampir banyak sekali potensi yang akhirnya tidak terjadi kriminalitas karena memang ada patroli. Jadi yang selama ini kita dambakan, sebagai langkah ideal itu sudah dilaksanakan oleh Polresta Bogor kota,” lanjut Dedie.
Terkait kriteria anak-anak yang bisa mengikuti pendidikan barak, Dedie menjelaskan bahwa masih dalam tahap perencanaan bersama Kodim.
“Nah itu dia makanya pak Dandim tadi bahkan mengusulkan begini, jadi silahkan nanti pemerintah kota Bogor membuka kesempatan kepada orang tua yang merasa sudah tidak mampu lagi untuk mendidik anaknya,” katanya.
“Nanti kadisdik buka semacam pendaftaran, kita juga ingin tahu dimana saja anak-anak yang sudah tidak mampu lagi dididik oleh orang tua. Silahkan nanti didaftarkan tapi mekanismenya sedang dipersiapkan,” pungkas Dedie. (DR)
Bangun Rumah, Renovasi Rumah dan Pekerjaan Sipil Lainnya YA ASPRO AJA
Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !