Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Tjahya Widayanti menambahkan, salah satu Gudang SRG yang secara nyata telah berhasil melakukan ekspor komoditas beras keluar negeri adalah gudang SRG Wonogiri. Pada tahun 2019, gudang SRG yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Petani (BUMP) PT. Pengayom Tani Sejagad berhasil melakukan ekspor beras organik ke empat negara, yaitu Amerika, Prancis, Singapore, dan Malaysia. Total nilai ekspor sebesar Rp 1,98 miliar dengan rata-rata kuantitas ekspor per bulan 20 ton. “Tahun 2020 kita berharap nilai ekspor akan meningkat menjadi 50-60 ton per bulan,” ujar Tjahya.
Mendag mengajak berbagai pihak, baik pelaku usaha, pengelola gudang, lembaga penguji mutu, pihak perbankan, serta pemda untuk bersinergi mendorong optimalisasi pemanfaatan gudang. Tujuannya agar implementasi SRG terlaksana lebih cepat sehingga mendorong tercapainya ketersediaan pasokan dan stabilitas harga bapok.
Mendag juga menyampaikan terima kasih kepada para pengelola gudang SRG, pihak perbankan yang telah memberikan kepastian dan kemudahan akses pembiayaan melalui SRG, serta para pemangku kepentingan lainnya.
“Saya berharap, kelima pemda yang mendapatkan penghargaan dalam hal pengembangan SRG dapat menjadi contoh bagi pemda lain, khususnya pemda yang telah menerima bantuan pembangunan gudang SRG dari pemerintah,” pungkas Mendag. (*)