Sebagai tokoh yang dibesarkan di Bogor dan bagian dari keluarga besar IPB, ia berhasil meyakinkan komunitas internasional bahwa Bogor layak menjadi tuan rumah, meski sebelumnya sempat ada wacana untuk menggelarnya di Bali.
“Kami berhasil meyakinkan mereka bahwa Bogor punya daya tarik, termasuk Kebun Raya dan berbagai objek wisata,” ujarnya.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyambut baik penyelenggaraan kongres ini. Ia menilai kegiatan tersebut tidak hanya memperkuat citra Bogor sebagai kota ilmiah dan destinasi wisata, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi pelaku usaha lokal.
“Peserta dari 13 negara menginap di hotel-hotel Bogor, berwisata ke Kebun Raya, hingga berbelanja. Ini tentu menjadi kebanggaan. Kami siap menjadi tuan rumah untuk kegiatan nasional maupun internasional lainnya,” ucap Dedie.
Selama kongres berlangsung, para peserta dijadwalkan mengikuti berbagai sesi diskusi, serta kunjungan lapangan, termasuk ke produsen tempe lokal Azaki di Tanah Sareal dan Kebun Raya Bogor, sebagai bagian dari pengenalan potensi pangan fungsional berbasis lokal.
Sementara itu, Prof. Pram, pendiri International Collection Nutrition asal India, menyampaikan optimismenya terhadap masa depan industri pangan sehat di Indonesia.
“Indonesia adalah negara besar dengan potensi besar di bidang makanan dan minuman. Di masa depan, Indonesia akan menjadi pemain penting dalam industri makanan bertaraf internasional,” ujarnya.
Dengan suksesnya penyelenggaraan WCCN 2025 di Bogor, diharapkan Indonesia kian diperhitungkan dalam peta global inovasi dan edukasi nutrisi klinis, serta industri pangan sehat berbasis kekayaan lokal. (DR)