KOTA BOGOR – Kota Bogor resmi ditunjuk sebagai tuan rumah World Congress on Clinical Nutrition (WCCN) 2025, sebuah forum internasional bergengsi yang mempertemukan para ahli gizi dari 13 negara. Kongres ini berlangsung selama tiga hari dan diikuti oleh sekitar 300 peserta, baik secara luring maupun daring.

Forum global ini menjadi ajang penting untuk membahas isu-isu terkini dalam bidang nutrisi dan pangan fungsional, terutama dalam konteks pendekatan preventif terhadap penyakit degeneratif melalui pola makan sehat.

“Total ada sekitar 300 peserta yang hadir secara daring dari 13 negara, termasuk Indonesia,” ujar Prof. Dr. Hardiansyah, anggota Dewan Pengawas IPB University, kepada wartawan pada Rabu (28/5) malam.

Salah satu fokus utama kongres adalah pemanfaatan functional food component—komponen pangan yang memiliki manfaat kesehatan spesifik, seperti menurunkan risiko hipertensi dan diabetes.

Prof. Hardiansyah menekankan bahwa pangan lokal seperti kunyit dan jahe mengandung senyawa bioaktif yang dapat dimanfaatkan sebagai upaya pencegahan penyakit.

Baca Juga  Sat Narkoba Polresta Bogor Kota Amankan 29 Tersangka Penyalahgunaan Narkoba dan Obat Keras

“Tapi tentu harus diproses dengan benar, bukan digoreng pakai minyak jelantah,” tegasnya.

Penunjukan Kota Bogor sebagai lokasi kongres internasional ini juga didorong oleh kedekatan emosional Prof. Hardiansyah terhadap kota tersebut.

Sebagai tokoh yang dibesarkan di Bogor dan bagian dari keluarga besar IPB, ia berhasil meyakinkan komunitas internasional bahwa Bogor layak menjadi tuan rumah, meski sebelumnya sempat ada wacana untuk menggelarnya di Bali.

“Kami berhasil meyakinkan mereka bahwa Bogor punya daya tarik, termasuk Kebun Raya dan berbagai objek wisata,” ujarnya.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyambut baik penyelenggaraan kongres ini. Ia menilai kegiatan tersebut tidak hanya memperkuat citra Bogor sebagai kota ilmiah dan destinasi wisata, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi pelaku usaha lokal.

“Peserta dari 13 negara menginap di hotel-hotel Bogor, berwisata ke Kebun Raya, hingga berbelanja. Ini tentu menjadi kebanggaan. Kami siap menjadi tuan rumah untuk kegiatan nasional maupun internasional lainnya,” ucap Dedie.

Baca Juga  Headline Bogor | Atang Trisnanto : Progres Pembangunan Masjid Agung Tidak Sesuai Harapan

Selama kongres berlangsung, para peserta dijadwalkan mengikuti berbagai sesi diskusi, serta kunjungan lapangan, termasuk ke produsen tempe lokal Azaki di Tanah Sareal dan Kebun Raya Bogor, sebagai bagian dari pengenalan potensi pangan fungsional berbasis lokal.

Sementara itu, Prof. Pram, pendiri International Collection Nutrition asal India, menyampaikan optimismenya terhadap masa depan industri pangan sehat di Indonesia.

“Indonesia adalah negara besar dengan potensi besar di bidang makanan dan minuman. Di masa depan, Indonesia akan menjadi pemain penting dalam industri makanan bertaraf internasional,” ujarnya.

Dengan suksesnya penyelenggaraan WCCN 2025 di Bogor, diharapkan Indonesia kian diperhitungkan dalam peta global inovasi dan edukasi nutrisi klinis, serta industri pangan sehat berbasis kekayaan lokal. (DR)