
KABUPATEN BOGOR – Bupati Bogor, Ade Yasin bersyukur atas raihan penghargaan dalam kompetisi inovasi tingkat nasional antara lain Innovative Government Award (IGA) dari kementerian Dalam Negeri (kemendagri) Republik Indonesia selama dua tahun berturut-turut sebagai kabupaten terinovatif dan menjadi best practice bagi daerah lain di Indonesia dalam hal inovasi.
“Tahun 2021 ini, kita ikut kembali dalam kompetisi Innovative Government Award (IGA), sampai hari ini proses validasi inovasi oleh kemendagri masih berlangsung dengan nilai sementara 92,07 dan Kabupaten Bogor berada di peringkat kesatu,” ujar Bupati Bogor, Ade Yasin pada acara Bogor Innovation Wildly Important Goals (WIG) tahun 2021, Ciawi, Rabu (29/9).
Dengan raihan tersebut, lanjut Bupati, Pemerintahannya berkomitmen untuk mendorong dan membangun budaya inovasi melalui kolaborasi dan kompetisi di berbagai sektor, salah satunya dengan kebijakan one institution, one innovation dan one village, one innovation.
Bupati mengungkapkan, beberapa inovasi yang telah lakukan, diantaranya, di bidang kesehatan, Dinas Kesehatan telah mengeluarkan sistem informasi obat dan perbekalan kesehatan, penanganan stunting, Bogor Pain Center di RSUD Ciawi sebagai satu-satunya rumah sakit yang memberikan pelayanan komprehensif dalam penanganan nyeri.
“Pada bidang pendidikan Pemkab Bogor telah mengeluarkan ibogorkab sebagai digital library dalam rangka mendukung Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), peluncuran ATM Pancakarsa untuk insentif guru honorer, guru madrasah, guru PAUD dan RT / RW, Beasiswa Pancakarsa untuk 1.200 mahasiswa berprestasi, dan beasiswa Magister Inovasi Regional bagi ASN. Termasuk pemberian Kartu Bogor Cerdas (Bodas) bagi warga yang tidak mampu berupa ATM yang bisa dibelanjakan untuk keperluan sekolah seperti seragam, alat tulis dan lain-lain,” ungkap Bupati Ade.
Dan dalam rangka mempercepat penuntasan desa tertinggal dan pembangunan infrastruktur di desa, Pemerintahannya telah melaksanakan program Satu Miliar Satu Desa (Samisade), dimana Samisade dilaksanakan dengan mekanisme padat karya, melibatkan masyarakat, yang tentunya dapat mendorong pemulihan ekonomi daerah.
“Kami juga bekerjasama dengan IPB University melaksanakan Sekolah Pemerintahan Desa, dalam rangka meningkatkan kapasitas SDM aparatur desa se-Kabupaten Bogor,” terang Ade.
Dalam rangka melestarikan kebudayaan, lanjut Ade, Kabupaten Bogor mengeluarkan program Kamis Nyunda, Bogor Culture Night, TIGER CEPOL dan Sistem Pengaduan Sipesat. Adapun selama pandemi, Pemkab Bogor telah melakukan beberapa inovasi antara lain, ketahanan lumbung desa, pelayanan isoman oleh Bogor Gercep, dan pelayanan mobil vaksin keliling.
“Mari terus tingkatkan kreativitas dan membudayakan inovasi di berbagai bidang. Pemkab Bogor juga akan terus mendorong segenap perangkat daerah untuk berinovasi agar inovasi semakin membudaya dan pelayanan terhadap masyarakat semakin berkualitas. (*)
Bangun Rumah, Renovasi Rumah dan Pekerjaan Sipil Lainnya YA ASPRO AJA
Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !