KABUPATEN BOGOR – Pemerintah Kabupaten Bogor senantiasa menjaga hubungan antar proposisi (kohesi) demi terwujudnya visi Kabupaten Bogor Termaju, Nyaman dan Berkeadaban. Yakni dengan menjaga pertautan dan ikatan bersama dalam masyarakat satu bangsa.
Hal tersebut dikatakan Bupati Bogor, Ade Yasin saat memberikan materi kohesi sosial kepada siswa Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktukba) Polri, Sekolah Polisi Nasional (SPN) Polda Metro Jaya, hibah Polda Papua tahun anggaran 2021, di Ruang Serbaguna I, Sekretariat Daerah, Rabu (6/10).
Hadir pada acara tersebut jajaran Forum Komunikasi Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bogor, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Agus Salim, Dandim 0621 Letkol Inf. Sukur Hermanto, Kapolres Bogor, AKBP Harun.
Bupati Ade, menjelaskan, kohesi sosial adalah pertautan dan ikatan bersama dalam masyarakat dalam satu bangsa. Rasa persatuan dan kesatuan, seperjuangan, senasib, sepenanggungan diikat oleh semboyan “Bhineka Tunggal Ika” yang berarti berbeda-beda tetapi satu jua. Hal tersebut mengandung prinsip penghormatan terhadap keanekaragaman atas dasar kesadaran untuk meraih cita-cita bersama, dan tujuan nasional Bangsa Indonesia yang tercantum dalam UUD 1945 alinea ke-4.
“Pemkab Bogor senantiasa membangun sinergi yang kuat antara komponen Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk TNI dan Polri dalam pelaksanaan pembangunan dan untuk menjaga kohesi sosial demi terwujudnya visi Kabupaten Bogor termaju, nyaman, dan berkeadaban,” ujar Bupati Ade Yasin.
Upaya yang dilakukan, lanjut Bupati, yaitu dengan mengembangkan dialog lintas etnis dan lintas agama, menjalin komunikasi aparat, Forkopimda, tokoh agama dan tokoh masyarakat dengan berbagai elemen masyarakat dalam pengambilan kebijakan sensitif.