“Tidak kalah penting, kami menerapkan prinsip partisipatif, prosedural, fleksibilitas dan akuntabilitas dalam perumusan berbagai kebijakan untuk mencegah bias, meminimalisir konflik, agar pembangunan adil merata dan berkelanjutan, dan kohesi sosial masyarakat tetap terjaga,” jelas Ade.
Bupati Ade menambahkan, semoga Diktukba ini akan menghasilkan Bintara Polri sebagai insan bhayangkara yang terampil sebagai pemelihara Kamtibmas, penegak hukum, pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang profesional, bermoral, modern dan unggul.
“Anggota Polri juga harus berikan loyalitas dan integritas kepada masyarakat, sehingga integritas dan kapasitas menjadi point yang dipegang teguh dalam menjalankan tugas dan kewajiban kita sehari-hari,” terang Bupati Ade Yasin.
Selanjutnya, Kepala Bagian (Kabag) Pengajaran dan Latihan (Jarlat) SPN Polda Metro Jaya, AKBP Amir Mahmudi mengungkapkan, jumlah siswa yang dikirim Polda Papua untuk mengikuti pendidikan Bintara di SPN Polda Metro Jaya ini berjumlah 50 orang. Alhamdulillah sudah berlangsung selama dua setengah bulan.
“Penguatan materi tentang kohesi nasional dan masalah NKRI ini sebagai bekal saat bertugas di lapangan. Mudah-mudahan saat bertugas nanti, para siswa kita ini tidak mengalami hambatan dan permasalahan. Kita doakan mungkin 10 hingga 15 tahun ke depan, para siswa kita ini bisa menjadi perwira Polri yang dapat membanggakan bangsa dan negara,” ujar AKBP Amir. (*)