Headline Bogor | Bupati Bogor Sebut Bonus Demografi Merupakan Tantangan Untuk Lebih Maju

KABUPATEN BOGOR – Bupati Bogor, Ade Yasin mengingatkan wisudawan Institut Agama Islam Sahid (INAIS) untuk siap bersaing dalam menghadapi bonus demografi tahun 2045 mendatang. Hal tersebut dikatakan Ade Yasin pada Wisuda IV Program S1 dan I Program S2 Institut Agama Islam Sahid (INAIS) Bogor, di Padepokan Sahid, Pamijahan, Senin (29/11).

Bupati Ade Yasin mengungkapkan, para ahli berpendapat bahwa pada tahun 2045 akan terjadinya bonus demografi bagi pencari kerja pada umur-umur seperti lulusan S1 dan S2. Jika dipersiapkan dari sekarang, bonus demografi itu tidak perlu ditakuti. Bonus demografi itu adalah tantangan yang harus siap dihadapi dengan bekal ilmu dan keinginan yang kuat untuk sama-sama maju.

“Para lulusan INAIS telah banyak ditempa sehingga memiliki kapasitas intelektual sekaligus spiritual yang baik. Jadi Insyaallah siap menghadapi tahun 2045. Jangan lupa taburkan juga ilmu dan kebaikan serta berikan manfaat bagi masyarakat. Sehingga keberadaan sebagai sarjana dapat benar-benar memberi makna bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan peningkatan kualitas kehidupan masyarakat. Hal ini sesuai dengan hakikat Tri Dharma Perguruan Tinggi,” ungkap Ade Yasin.

Post ADS 1

Bupati Ade pun mendorong para lulusan perguruan tinggi setelah lulus tidak hanya mencari kerja tapi juga berupaya untuk menjadi entrepreneur, berwirausaha, mengembangkan ekonomi kreatif, membuka lapangan kerja bagi dirinya dan masyarakat di sekitarnya.

“Karena banyak juga para pemuda yang berhasil mengembangkan kemampuannya sesuai skill di bidang ekonomi kreatif. Saya lihat sendiri, temui sendiri, ada seorang anak muda di Kabupaten Bogor yang sukses dalam budidaya tanaman hias di daerah Ciseeng. Dia mengembangkan ilmunya, pengetahuannya, hanya dengan membaca buku,” kata Ade.

Bupati menambahkan, saya juga mengingatkan, kami membuka kesempatan seluas-luasnya kepada pemuda di Kabupaten Bogor, tahun ini kami membuka 1.200 beasiswa untuk pemuda berprestasi. Alhamdulillah dari 1.200 yang mendaftar 8.000 berarti peminatnya cukup banyak.

Rektor Institut Agama Islam Sahid (INAIS), H.M. Imdadun Rahmat menuturkan, pandemi telah memberikan efek negatif dalam proses pendidikan dan pengajaran, termasuk di kampus mengalami pembatasan-pembatasan. Dalam aspek pendidikan, diingatkan oleh para ahli bahwa telah terjadi learning loss, belajar tapi impact dan hasil dari pembelajaran itu tidak maksimal. Kita juga diperingatkan bahwa bisa jadi terjadi lost of generation.

“Di Institut Agama Islam Sahid (INAIS), kami belajar untuk mengatasi berbagai masalah, baik mencari jalan keluar agar kita bisa menjalankan study dengan normal dalam situasi tidak normal. Juga kita belajar bagaimana mengatasi berbagai kesulitan termasuk melakukan berbagai upaya perbaikan, manajemen, agar institusi kita tetap sehat dan bertahan di tengah situasi sulit pandemi Covid-19,” tutur Imdadun.

Ia melanjutkan, aspek yang sangat penting adalah bahwa kita dipaksa masuk dan belajar tentang era digital, terutama memanfaatkan teknologi digital untuk keluar dari kesulitan-kesulitan karena pandemi. Atas dasar hal tersebut, maka INAIS akan berbenah dan meningkatkan diri. Tentu setiap hal merupakan peluang, dan juga tantangan. Peluang yang ditawarkan sejatinya bisa jadi modal dan kesempatan berharga bagi INAIS, keluarga INAIS, terutama bagi alumni agar tampil sebagai unggulan di tengah peradaban global. (*)

Berita Daerah & Nasional

Menu
ASPRO Property..

Bangun Rumah, Renovasi Rumah dan Pekerjaan Sipil Lainnya YA ASPRO AJA

Promo Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !