Dekan FMIPA Optimis di Usia ke-42 Unpak Akan Semakin Dewasa dan Maju

KOTA BOGOR – Universitas Pakuan menggelar Dies Natalis yang ke-42 dengan menampilkan beberapa kegiatan, yang dilaksanakan di Gedung Graha Pakuan Siliwangi dengan mengusung tema ‘Pendidikan Berkelanjutan dan Berwawasan Lingkungan’

Dekan Fakultas MIPA Asep Denih, S.Kom, M.Sc, Ph.D mengatakan, terkait dengan Dies Natalis universitas Pakuan yang ke-42 ini menunjukkan bahwa universitas Pakuan semakin dewasa semakin maju dengan usianya yang ke-42.

Perkembangan yang sebelumnya yang sudah baik menjadi lebih baik lagi, merupakan ekspresi dari civitas akademika di lingkungan Universitas Pakuan baik di level itu universitas, fakultas, program studi di kelembagaan mahasiswa dan seluruh civitas akademika yang ada di lingkungan tempat berkontribusi untuk memajukan bersama-sama.

Post ADS 1

“Sampai saat ini Universitas Pakuan menjadi besar, dan Universitas Pakuan juga tidak ketinggalan peran dalam berkontribusi bagi perkembangan lingkungan di Kota Bogor ke arah yang serba sehat semuanya serba baik, ini semua merupakan realisasi dari perkembangan Tri Dharma Perguruan Tinggi,” ujar Asep Denih.

Lanjut Asep Denih, dari produk-produk teknologi, produk-produk pangan, kesehatan dan lain sebagainya ini ikut serta memeriahkan Dies Natalis Universitas Pakuan yang ke-42 kali ini, ini menunjukan responsif kemudian apresiatif menghadapi perkembangan yang ada di Universitas Pakuan dengan berbagai macam kontribusi tidak hanya mahasiswa dosen pun ikut serta dalam memeriahkan acara ini.

“Agenda ini sudah mulai diprogramkan dari level universitas tentunya di support dari fakultas-fakultas yang ada di lingkungan sekitar, diantaranya bagaimana pengembangan green kampus ini dilakukan di sekitar kampus universitas, tidak hanya penataan secara fisik bangunan tapi juga lingkungannya mengikuti mendukung dan bahkan penerapan teknologi ramah lingkungan ini juga kita terapkan,” pungkasnya.

Asep Denih juga menambahkan, pesawat tanpa alat atau drone yang bisa mengidentifikasi jenis-jenis sampah di lingkungan kita, terutama di sungai yang memang ini bisa diklasifikasi identifikasi jumlah sampah yang ada sehingga nanti bisa direkomendasikan tindak lanjutnya seperti apa dalam penanganan sampah untuk mendukung green kampus.

“Contoh, ada drone pesawat itu bisa terbang dan bisa mengidentifikasi jenis-jenis sampah sampai saat ini ada 7 jenis sampah yang bisa diklasifikasi oleh pesawat tanpa alat itu sebenarnya yang dikembangkan adalah mesin komputer mini komputer yang ditempelkan di drone,” tuturnya.

“Drone itu hanya media transportasi program ini berjalan tidak belum sampai satu tahun mungkin 6 bulan lebih, disupport juga dengan universitas, laboratorium masuk di Jepang jadi kita kerjasama juga sama pemerintah Kota Bogor dan juga kemarin sudah MOU di fakultas MIPA kemudian kita MOU dengan Lem Matsumoto di Jepang untuk perkembangan program selanjutnya, ” tutupnya.

(SND)

Berita Daerah & Nasional

Menu
ASPRO Property..

Bangun Rumah, Renovasi Rumah dan Pekerjaan Sipil Lainnya YA ASPRO AJA

Promo Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !