GAZA – Laporan terbaru diterima Aksi Cepat Tanggap (ACT) terkait kondisi Gaza, Rabu (13/11) siang waktu Indonesia. Dilaporkan langsung Jomah Alnajjar, salah satu mitra ACT di Gaza, sebanyak delapan wilayah menjadi sasaran serangan Israel. Wilayah-wilayah tersebut adalah Shojala, Beit Lahia, Beit Hanoun, Jabalia, Rafah, Dair Albalah, Joher Aldeek, dan wilayah Timur Khan Younis.

Menurut Jomah, ketegangan Israel dan Gaza sudah berlangsung selama dua pekan. Konflik mulai meningkat Selasa (12/11) pagi ditandai dengan serangan roket Israel ke salah satu wilayah permukiman Gaza. Tiga orang warga Gaza yang diketahui sebagai keluarga tokoh jihad Islam menjadi korban.

“Hari ini sebanyak 13 orang meninggal dunia, NGO mendapat 17 data korban meninggal dunia, dan 70 lainnya luka-luka,” cerita Jomah. Korban di antaranya adalah anak-anak. Menanggapi peristiwa ini, sejumlah lembaga sukarela turut merespons dengan memberikan bantuan medis di sejumlah rumah sakit di Gaza dan saling membantu.“Kebutuhan darurat saat ini selain obat-obatan adalah makanan. Makanan menjadi sesuatu yang sangat dibutuhkan sehari-hari. Mereka juga membutuhkan selimut untuk anak-anak mereka,” tambah Jomah. Hingga saat ini, dari 94 serangan tercatat dan lima rumah sipil hancur. Sementara itu, belasan korban jiwa masih terus dikonfirmasi.

Baca Juga  Headline Internasional | BRN Dukung Sikap Komuniti Antara Bangsa Guna Akhiri Konflik Palestina – Israel

ACT pun tengah menyiapkan program untuk merespons keadaan Palestina saat ini. “Insyaallah, pasokan darah yang sudah ACT persiapkan selama dua bulan terakhir sudah siap digunakan untuk membantu kebutuhan rumah sakit saat ini. Kami pun sedang mempersiapkan bantuan medis lanjutan,” terang Faradiba, Rabu (13/11).

Sumber : act.news