KABUPATEN BOGOR – Warga Kampung Al-Barokah, Desa Situ Udik, Kecamatan Cibungbulang, dibuat gempar dengan adanya penjemputan seorang warga bernama Ratu Wiraksini oleh Polisi, Senin (14/12). Penangkapan berawal dari video di medsos diduga provokasi yang dilakukan pelaku.
Ketua RT 02 Kampung Al-Barokah, Supriadi (47) mengaku, pihaknya tidak mengetahui secara pasti mengenai kronologis warganya yang dibawa anggota kepolisian. Karena, pada saat itu masih dalam perjalanan pulang menuju rumahnya usai bekerja.
“Saya nggak tahu mengenai kronologis pastinya. Tapi istri saya, tahu adanya 10 orang yang datang menjemput ibu Ratu secara tiba-tiba, sama istri saya aja yang tahu,” katanya.
Istri dari Suriyadi yakni Elah (40) pun menceritakan sebelum anggota polisi dari Polda Metro Jaya itu membawa warganya. Pada pukul 18.00 WIB dirinya diberitahu tetangganya bahwa ada yang sedang mencari suaminya.
“Jadi ada 10 orang yang turun dari tiga kendaraan mobil plat B warna hitam dua dan putih satu langsung menuju kediamannya terdiri dari delapan laki-laki dan dua perempuan berbadan tegap berisi (Berotot),” ucapnya
Bahkan, dirinya langsung meminta anaknya untuk menjemput suaminya yang masih kerja di peternakan Sapi. Namun, satu anggota Polisi berpakaian putih itu tiba-tiba masuk kedalam rumahnya dan langsung menunjukkan foto Ratu Wiraksini.
“Pria pakai baju putih itu meminta izin masuk ke rumah, dan langsung menunjukkan gambar, katanya kenal nggak sama ini ? Kata saya kenal itu Ibu Ratu, saya tanya kok bapak kenal sama ibu Ratu, jawabannya katanya pengen nempatin tower di sini, mau beli tempat satu meternya berapa katanya,” tuturnya
Ia menjelaskan, keseharian Ibu Ratu Waraksini itu bekerja sebagai penjual keripik singkong yang disebar ke warung-warung di Desa Situ Udik. Bahkan, wanita yang sudah mempunyai tiga anak itu sering mengikuti pengajian rutin seminggu sekali.
“Ibu Ratu baik. Tapi memang kalau ikut pengajian juga sering video ini itu, dan memang ibu Ratu ini orangnya kritis sering komen ini itu,” tuturnya
Sementara itu Suami dari terlapor Yudi Akbar Tanjung menjelaskan, bahwa istrinya kapok dan meminta maaf atas kejadian yang menimpa dirinya. Bahkan, tak akan mengulangi lagi kedua kalinya.
“Istri saya sudah minta maaf ke semua pihak khususnya kepolisian republik Indonesia dan tidak ada unsur sengaja dan semua yang dilakukan secara spontan tanpa disuruh siapapun,”katanya.
Yudi pun mengimbau kepada masyarakat untuk tetap bijak dalam menggunakan sosmed. Jangan sampai salah mengunakan bisa berujung pada hukum.
“Harus bijak, jangan sampai kejadian yang dialami istri saya terjadi juga pada orang lain akibat tidak bijak dalam menggunakan sosmed,”pungkasnya.
(Agil)