KOTA BOGOR – Ditemukannya proyek ‘Siluman’ di kawasan pedestrian Suryakencana, tak hanya menjadi sorotan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor, namun juga dari Ketua Forum Pemerhati Jasa Konstruksi & Pembangunan (FPJKP), Toriq Nasution.
Menurutnya, ada beberapa proyek mubazir yang dikerjakan Pemerintah Kota Bogor, padahal menurutnya, beberapa tahun lalu telah memberikan masukan melalui media dan Dinas terkait tentang daerah – daerah rawan.
“Terutama jembatan – jembatan, gedung – gedung sekolah, juga daerah – daerah rawan longsor, tapi sampai saat ini belun juga dianggarkan, malah hal – hal yang belum terlalu penting yang dikerjakan,” ujarnya, saat dihubungi via latanan pesan. (16/12)
Ia menduga ada proyek – proyek yang memang diciptakan, diusulkan oleh yang berkepentingan, dan akhirnya dianggarkan dan mereka yang berkepentingan yang mengerjakan, padahal usulan – usulan hasil musrembang itu lebih penting.
Sebelumnya diberitakan, Komisi III DPRD Kota Bogor menemukan proyek ‘Siluman’ ketika meninjau proyek penataan kawasan Suryakencana, senilai Rp31 milyar yang berasal dari dana pinjaman Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
Temuan proyek ‘Siluman’ pembangunan lima titik taman di atas pedestrian jalan Pedati Suryakencana Bogor. Bahkan konstruksinya permanen seperti kubangan yang berisi air keruh dan bau busuk. (*)