KOTA BOGOR – Penanganan aduan terkait dugaan skandal Pilkada Kota Bogor 2024 yang dinilai belum menunjukkan perkembangan memicu aksi unjuk rasa dari sejumlah elemen masyarakat. Mereka akan menggelar aksi bertajuk “Mosi Tidak Percaya terhadap Kepolisian dan Kejaksaan Negeri Kota Bogor” di Tugu Kujang pada Kamis.
Aksi tersebut akan diwarnai mimbar bebas, aksi simbolik jahit mulut, serta kemah sebagai bentuk protes sekaligus desakan agar aparat penegak hukum segera memberikan kepastian terhadap laporan yang telah disampaikan.
Dalam aksi itu, massa akan meminta Kejaksaan Negeri Kota Bogor menindaklanjuti aduan yang diajukan Fahrizal terkait dugaan skandal Pilkada Kota Bogor 2024.
Penyelenggara menyebut laporan tersebut memuat dugaan keterlibatan sejumlah pihak, mulai dari tokoh politik, penyelenggara pemilu di lingkungan KPU dan Bawaslu, hingga pihak lain yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.
Mereka menegaskan seluruh dugaan harus ditangani secara profesional, independen, dan mengacu pada alat bukti yang sah.
Menurut mereka, kejelasan penanganan perkara diperlukan agar tidak menimbulkan spekulasi berkepanjangan di tengah masyarakat.
Meski demikian, mereka menegaskan penetapan seseorang sebagai pihak yang bersalah sepenuhnya merupakan kewenangan aparat penegak hukum dan pengadilan.
Melalui aksi tersebut, massa berharap Kejaksaan Negeri Kota Bogor dapat menunjukkan komitmennya dalam menangani setiap laporan secara transparan dan akuntabel. (DR)