Ia menambahkan, untuk bahan baku gula pasir pengadaan dari Bulog, PT RNI, PT GMM, PT Sungai Budi, PT Aman Agrindo mencapai 5.000 ton. Stok di gudang PT FSTJ per 24 Maret 2021 masih mencapai 1.500 ton.
Menurutnya, untuk telur ayam negeri pengadaan dari Koperasi Putra Blitar, CV Mitra Jaya Bogor dan CV Radhia Abadi Bandung sebanyak 10 ton.
“Stok di gudang PT FSTJ per 24 Maret berjumlah 1,5 ton. Harga telur ayam saat ini bisa dibilang ada di rata-rata sejak Januari tahun 2020,” imbuhnya.
Pamrihadi menuturkan, terkait pengadaan minyak goreng mencapai 100.000 liter dengan jumlah stok di gudang PT FSTJ per 24 Maret mencapai 47.000 liter. Harga minyak goreng ini tampaknya sejak tahun lalu tetap meningkat dari sekitar Rp 10.800 saat ini menjadi Rp 13.000. Apalagi kalau sampai di pasar turunan hampir Rp 14.000.
“Berdasarkan informasi yang kami miliki untuk minyak goreng ini sangat erat kaitannya dengan produk yang ada di hulu, di hulunya sendiri minyak goreng dampak harga crude palm oil (CPO),” jelasnya.
Terkait komoditas bawang putih, sambungnya, Surat Persetujuan Impor (SPI) tahun 2021 dari Kementerian Perdagangan RI sudah terbit untuk 14.420 ton. PT FSTJ masih menunggu pembukaan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) 2021. (*)