Sekolah Ghama Grup Depok Jalin Rencana Kerja Sama dengan East West International College Malaysia

Dok. Sekolah Ghama Grup Depok Jalin Rencana Kerja Sama dengan East West International College Malaysia/Foto: Ist)

DEPOK – Yayasan Gelora Haji Muhari Al Azhari (GHAMA) bersama East West International College (EWIC) Malaysia tengah menjajaki kerja sama pendidikan lintas negara. Program ini bertujuan memperluas kesempatan belajar bagi siswa Sekolah Ghama Grup yang menaungi jenjang TK, SD, SMP, SMA, dan SMK di Kota Depok.

Pertemuan koordinasi tersebut berlangsung di SMK Nasional Depok pada Sabtu (8/11). Hadir dalam rapat, Program Development Partner EWIC for Indonesia Dr. Farra, Ketua Pembina Yayasan GHAMA H. Acep Azhari didampingi Sekretaris Yayasan Jakaria, serta Solihin selaku Chairman Depok Institute (DI).

Tokoh pendidikan Kota Depok, H. Acep Azhari, yang dikenal dengan panggilan Jiacep, menyambut baik rencana kolaborasi tersebut.

Post ADS 1

“Kami tentu ingin layanan yang kami berikan kepada para siswa dan orang tua yang menitipkan kepercayaan kepada kami terus meningkat,” ujar Jiacep.

Ia menegaskan pentingnya realisasi nyata dari rencana ini agar semakin meningkatkan kepercayaan stakeholder terhadap Sekolah Ghama Grup. Jiacep berencana melakukan kunjungan langsung ke Malaysia dalam waktu dekat.

“Kami akan melihat langsung calon partner kami dari Malaysia ini,” jelasnya.

Menurut Jiacep, kolaborasi ini diharapkan membawa manfaat besar bagi siswa di Depok dan sekitarnya.

“Kami ingin kolaborasi ini bisa direalisasikan dan manfaatnya dapat dirasakan sepenuhnya oleh para siswa kami, juga siswa lain di Kota Depok bahkan hingga Kabupaten dan Kota Bogor. Kami siap menjadi koordinator dengan melibatkan lembaga atau sekolah lain,” pungkasnya.

Sementara itu, Dr. Farra dari EWIC Malaysia menjelaskan program unggulan yang akan ditawarkan, yaitu “Work Based Learning” atau belajar sambil bekerja.

“Program yang ditawarkan ini memungkinkan siswa melanjutkan studi hingga jenjang D-3 bahkan S-1 di Malaysia, dengan sistem pembelajaran 70% praktik industri dan 30% akademik,” ujarnya.

Ia menambahkan, program ini dirancang agar tidak membebani orang tua karena sebagian biaya ditopang dari skema magang di mitra industri yang berafiliasi dengan EWIC.

“Kami berharap program ini bisa diikuti banyak siswa di Depok karena ini bagian dari upaya mengurangi potensi angka pengangguran,” ujarnya.

Menurut Farra, EWIC memastikan mahasiswa yang mengikuti program ini akan mendapat perlindungan dan pendampingan selama magang.

“Komitmen kami, mahasiswa magang akan dilindungi dan didampingi, agar mereka memperoleh pengalaman positif tanpa kendala dari pihak mitra kerja,” tegasnya.

Ke depan, Farra berencana mempresentasikan program ini kepada jajaran pengurus Sekolah Ghama Grup, sekolah lain di Depok, para orang tua, serta perwakilan Pemerintah Kota Depok.

Chairman Depok Institute Solihin, atau akrab disapa Bangsol, juga menyampaikan apresiasi atas inisiatif kerja sama ini.

“Saya mengapresiasi semua pihak baik dari Kota Depok maupun Malaysia yang sangat antusias ingin secepatnya merealisasikan peluang sinergi ini,” ujarnya.

Bangsol menilai program kolaborasi ini bukan hanya meningkatkan kemampuan akademik siswa, tetapi juga membuka peluang karier profesional di Malaysia.

“Setelah magang mereka bisa bekerja di tempat magang atau tempat lainnya,” jelasnya.

Ia optimistis, dengan bekal keahlian dan sertifikat internasional, lulusan program ini dapat bersaing di dunia kerja global.

“Mereka punya keahlian dengan ijazah dan sertifikat internasional, sehingga nantinya diharapkan dapat bersaing dengan yang lainnya di Indonesia. Jadi pulang dari Malaysia dapat ilmu, punya pengalaman, dan bawa uang, Insya Allah,” tutupnya. (*)

Berita Daerah & Nasional

Menu
ASPRO Property..

Bangun Rumah, Renovasi Rumah dan Pekerjaan Sipil Lainnya YA ASPRO AJA

Promo Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !