
KOTA BOGOR – Kelangkaan MinyaKita di sejumlah pasar tradisional di Kota Bogor menjelang Ramadan disinyalir memicu kenaikan harga minyak goreng bersubsidi tersebut hingga menembus Rp18 ribu sampai Rp20 ribu per liter. Pantauan di Pasar Jambu Dua menunjukkan MinyaKita nyaris tidak ditemukan di beberapa lapak pedagang.
Direktur Utama Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ), Jenal Abidin, mengungkapkan pasokan MinyaKita yang diterima Perumda PPJ saat ini sangat terbatas.
“Sekarang ini kita hanya disuplai 3.000 dus per bulan dan itu kerjasama dengan PT Mikie Oleo. Dan itu didistribusikan ke berapa pasar, ada yang ke Pasar Jambu Dua, kemudian ada beberapa pasar yang ada di bawah kita,” kata Jenal saat ditemui di Pasar Jambu Dua, Selasa (3/2).
Ia menjelaskan, distribusi MinyaKita dilakukan secara bertahap. “Satu kali turun, 600 dus. Jadi kami ini ada lima kali turun, jadi sekitar 3.000 dus per bulan,” ujarnya.
Jenal menegaskan harga MinyaKita yang dilepas Perumda PPJ masih sesuai ketentuan. “Harga yang kita lepas itu Rp14.500. Dan maksimal dijual ke masyarakat itu, ke distributor tiga ya, ke D3-nya itu di angka mereka menjualnya Rp15.300, kalau untuk MinyaKita,” jelasnya.
Terkait harga MinyaKita yang dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), Jenal menilai hal tersebut berada di luar distribusi Perumda PPJ.
“Jadi kita nggak ada yang jual lebih dari aturannya, kan ada Harga Eceran Tertinggi (HET). Berarti kalau yang misalnya di atas HET, itu di luar dari suplainya Perumda PPJ. Ya, kita nggak tahu juga ya, karena kita ngejual keluar itu Rp14.500,” ucapnya.
Bangun Rumah, Renovasi Rumah dan Pekerjaan Sipil Lainnya YA ASPRO AJA
Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !