Ia juga mengungkapkan cepatnya MinyaKita habis di pasaran karena tingginya permintaan. “Pedagang, kenapa mereka ngambil dari luar juga, karena stok kami terbatas. Untuk MinyaKita dari kami paling 15 menit sudah habis,” kata Jenal.
Menurutnya, pasokan MinyaKita yang ada saat ini belum mampu memenuhi kebutuhan pasar.
“Kita kerjasama dengan perusahaan itu baru mampu untuk mensuplai itu 3.000 per bulan. Dengan 3.000 itu Perumda PPJ sebenarnya kurang. Kebutuhan bisa sampai 10.000, cuma kan sulit untuk mendapatkannya,” ungkapnya.
Sementara itu, untuk komoditas pangan lainnya, Perumda PPJ masih menjalin kerja sama dengan Bulog. “Kalau untuk Bulog sendiri kita kerjasama beras. Beras SPHP dan beras premiumnya yang ada di Bulog,” ujarnya.
Menjelang Ramadan, Jenal memastikan sebagian besar harga kebutuhan pokok masih relatif stabil.
“Menjelang Ramadan ini, kemarin saya turun ke bawah itu ke para pedagang, Alhamdulillah untuk buah, sayur, kebutuhan pokok masih stabil. Untuk daging masih di angka Rp130.000, masih stabil, Alhamdulillah,” kata Jenal.
Namun demikian, ia tetap mengantisipasi potensi fluktuasi harga menjelang awal puasa.
“Nah kita cek aja nanti di satu sampai dua hari sebelum puasa, munggahan ya, biasanya tuh ada fluktuasi harga. Tapi mudah-mudahan sih enggak, karena stoknya sih. Saya tanya kemarin ke teman-teman pedagang, Alhamdulillah masih bagus lah tuh stoknya,” pungkasnya. (DR)