KOTA BOGOR – Badan Otonom Ikatan Karya Wanita Indonesia (IKAWI) LSM GMBI mengadakan audiensi dengan Dinas Sosial Kota Bogor pada Kamis (25/6). Pertemuan ini bertujuan menyampaikan hasil temuan lapangan terkait penyaluran bantuan sosial bagi warga miskin dan kelompok rentan di Kota Bogor.

Ketua Badan Otonom IKAWI LSM GMBI, Friska Hanakin, mengungkapkan masih banyak warga kurang mampu yang belum tersentuh bantuan sosial. “Di lapangan kami melihat masih banyak masyarakat miskin yang secara ekonomi belum layak, namun belum terdata sebagai penerima bantuan sosial,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kelompok yang paling merasakan dampak adalah perempuan kepala keluarga, janda, lansia, dan anak yatim. Menurut Friska, kondisi tersebut dipengaruhi oleh persoalan basis data kesejahteraan yang belum sepenuhnya mencerminkan situasi nyata masyarakat.

Baca Juga  26 Kantor Asuransi Bogor Meriahkan AAUI Cup Bogor 2024

“Ada warga yang masuk kategori Desil 6 sampai 10 hanya karena status pekerjaan atau aset tertentu, padahal kondisi ekonominya sangat memprihatinkan,” katanya.

IKAWI juga menyoroti meningkatnya tekanan ekonomi yang dirasakan warga. Friska menegaskan, Kondisi ekonomi yang semakin berat mendorong sebagian masyarakat terjerat pinjaman online dan rentan terhadap praktik judi online.

Karena itu, IKAWI mendorong terbangunnya sinergi lintas sektor untuk menangani persoalan tersebut secara komprehensif.

Baca Juga  Sat Res Narkoba Polresta Bogor Kota Ungkap 82 Kasus, Amankan 94 Tersangka

“Kami mendorong kolaborasi pada pendataan dan validasi masyarakat miskin secara akurat, pendampingan penerima bantuan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ujar Friska.

Lebih lanjut ia memaparkan, usulan program meliputi verifikasi data warga, edukasi hak dan kewajiban penerima bantuan sosial, pendampingan administrasi, hingga pelatihan UMKM serta penguatan koperasi.

“Pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas sangat penting agar keluarga rentan bisa lebih mandiri,” katanya.