KABUPATEN BOGOR – Pada masa pandemi ini, konsumsi listrik golongan rumah tangga cenderung naik karena adanya kebijakan work from home (WFH) atau school from home (SFH) karena kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Kenaikan tersebut tidak terlepas dari aktivitas masyarakat yang lebih dominan berada di rumah. Kondisi itu membuat penggunaan alat elektronik seperti pendingin ruangan, komputer, televisi, dan lampu menjadi meningkat dan kemudian berkontribusi terhadap naiknya tagihan listrik.

Baca Juga  Amanat Pangdam III/Siliwangi Dibacakan Saat Upacara Pertama Di Bulan Juli Korem 061/SK | Headline Bogor

Oleh sebab itu, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (“Indocement”) Kompleks Pabrik Citeureup bekerja sama dengan Kampung Ramah Lingkungan (KRL) Berhias di Desa Gunung Sari melaksanakan “proyek percontohan penghematan konsumsi listrik di rumah”.

Program pertama yang dilaksanakan adalah sosialisasi “Langkah Praktis Hemat Energi di tengah Pandemi Covid-19” pada 24 Juni 2020 kepada 20 orang perwakilan tim Kampung Ramah Lingkungan (KRL) Berhias dan masyarakat Desa Gunung Sari di Gedung I-SHELTER, Kompleks Pabrik Indocement Citeureup, dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Baca Juga  Headline Bogor | Satu Tahun Kepemimpinan Jokowi, Mahasiswa Nilai Lebih Berpihak Pada Investor dan Tenaga Asing

Langkah kedua yang dilakukan adalah menjadikan dua rumah warga di KRL Berhias yaitu rumah Bapak Waluyo dan Ibu Anih sebagai “rumah percontohan hemat energi”. Indocement memberikan bantuan dua set lampu hemat energi light emitting diode (LED) selain itu, Indocement juga melakukan pencatatan dan pemantauan konsumsi listrik selama tiga bulan pasca penggantian lampu LED.