KOTA BOGOR – Inspektorat diminta bertindak tegas menyusul maraknya kerusakan fasilitas publik yang baru selesai dibangun di Kota Bogor. Kondisi ini menuai sorotan tajam dari kalangan DPRD karena dinilai mencerminkan lemahnya pengawasan serta kualitas pengerjaan proyek yang rendah.

Sejumlah insiden menjadi perhatian, mulai dari robohnya pagar di wilayah Bogor Utara hingga kursi penonton yang lepas di Indoor A GOR Pajajaran. Tak hanya itu, keramik kolam renang yang dinilai membahayakan pengguna juga turut menjadi sorotan legislatif.

Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Kota Bogor, Benninu Argoebie, menegaskan bahwa persoalan tersebut tidak boleh dianggap sepele. Ia menduga adanya ketidakseriusan dari pihak kontraktor dalam mengerjakan proyek pemerintah.

Ia pun mendesak agar pengawasan internal diperketat dan dilakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap hasil pekerjaan proyek tersebut.

“Ini merupakan permasalahan serius. Kami meminta OPD terkait dan Inspektorat untuk segera memeriksa hasil pekerjaan tersebut secara mendalam,” tegas Benninu dalam keterangannya, Senin (30/3).

Baca Juga  Renovasi GOR Pajajaran, Kolam Renang Mila Kencana Tutup Sementara Tanpa Sosialisasi Jelas

Menurut Benninu, di tengah tekanan ekonomi global serta keterbatasan fiskal daerah, penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) harus dilakukan secara bertanggung jawab dan berintegritas.

Ia juga mengingatkan Pemerintah Kota Bogor agar tidak lengah terhadap kinerja vendor yang bekerja tanpa memperhatikan standar kualitas. Efisiensi anggaran, kata dia, tidak boleh dijadikan alasan untuk menurunkan mutu pembangunan.

“Jangan sampai anggaran rakyat terbuang sia-sia untuk bangunan yang cepat rusak. Pemerintah kota harus lebih tegas dalam pengawasan. Jika vendor terbukti bekerja di bawah standar, harus ada konsekuensi logis,” tambahnya.

Lebih lanjut, Benninu mendorong agar proses pemilihan penyedia jasa ke depan dilakukan secara lebih ketat dan selektif demi menjamin manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Baca Juga  Pernyataannya Dinilai Kontroversi, GIBAS Tolak Kedatangan Abah Aos di Kota Bogor

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor, Anas S. Rasmana, memberikan penjelasan terkait robohnya pagar lapangan mini soccer GOM Bogor Utara yang terjadi pada 20 Maret lalu. Ia menyebut faktor cuaca ekstrem sebagai penyebab utama kejadian tersebut.

“Saat itu terjadi cuaca ekstrem. Kami sudah menyurati Dinas PUPR untuk perbaikan permanen. Untuk sementara, kami lakukan perbaikan secara swadaya sambil menunggu anggaran dari Belanja Tidak Terduga (BTT) atau APBD Perubahan 2026,” terang Anas dikutip dari liputanbogor.com.

Terkait kursi penonton di GOR Indoor A Pajajaran yang sempat terlepas meski baru direhabilitasi, Anas memastikan bahwa permasalahan tersebut kini telah ditangani.

“Untuk kursi di GOR Indoor, itu sudah kami perbaiki. Baru saja selesai,” pungkasnya. (DR)