
Di hari berikutnya, Kodim Bantul bersama masyarakat setempat dan para relawan bergotong-royong untuk membangun kembali jembatan yang lebih kokoh walaupun tetap mengandalkan bahan baku bambu dan pondasi beton.
Hampir setahun berlalu jembatan bambu tersebut masih bisa dilewati, akan tetapi cukup derasnya arus sungai membuat tanah yang sebagai pondasi jembatan tersebut terkikis, dan dikhawatirkan pihak sekolah dapat membahayakan para pelajar dan masyarakat yang kebetulan melintasi jembatan tersebut.
Ikhtiar untuk membangun jembatan yang lebih kokoh terus dilakukan, salah satunya datang dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) DIY yang berkolaborasi dengan Kitabisa.com, mengandalkan donasi dari masyarakat akhirnya ajakan untuk memperbaiki jembatan di Wukirsari ini berbuah manis, berkat kedermawanan masyarakat Indonesia donasi untuk membangun jembatan pelajar terkumpul hampir 200 juta.
“Nah dana tersebutlah yang kemudian digunakan untuk membangun jembatan pelajar ini. Pembangunan dimulai sejak bulan oktober 2019 lalu oleh tim ACT dan selesai pada pertengahan Januari 2020 ujar Kharis pradana, koordinator program pembangunan jembatan pelajar.
Jembatan dengan lebar 2,5 meter dan panjang 12 meter inilah sebagai wujud asa ratusan pelajar MA Ummatan Wasathon, menyambung akses para pelajar agar tetap bisa belajar dan dibangun atas kepedulian para dermawan di tanah air.
(Nasrudin ACT)
Bangun Rumah, Renovasi Rumah dan Pekerjaan Sipil Lainnya YA ASPRO AJA
Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !