Kang Emil berharap DMI Jabar harus menjadi yang terdepan dalam upaya pencegahan COVID-19 di masyarakat. Karena menurutnya dalam menangani COVID-19 tidak hanya bisa mengandalkan pemerintah saja.

“Oleh karena itu, saya titip kepada Dewan Masjid Indonesia Jawa Barat harus yang terdepan dalam mengabarkan dan menasihatkan. Orang tua kita tadi Pak Jusuf Kalla menasihatkan agar sebelum azan dan setelah salat fardhu selalu ada pengumuman dari DKM tentang cara menjauhi COVID-19, hanya 3M. Karena obat dan vaksinnya belum ditemukan,” ucap Kang Emil.

“Maka hanya melakukan pencegahan yang bisa kita lakukan. Kemudian program disinfeksi mandiri, jadi tidak hanya masjidnya saja kalau bisa radius satu atau dua rumah di sekitar masjid itu juga harus kita disinfeksi,” tambahnya.

Baca Juga  Wakapolda Jabar Tinjau Pos Yan Tol Cipali, Pastikan Kesiapan Operasi Ketupat Lodaya 2026

Sementara itu, dalam silaturahim ini Ketua PP DMI Jusuf Kalla mengapresiasi langkah Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar di bawah pimpinan Ridwan Kamil. Jusuf Kalla mengakui bahwa meskipun Jabar sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia, namun Jabar bisa mengendalikan penularan virus SarsCov-2 (virus penyebab COVID-19).

“Saya mengapresiasi Gubernur Jawa Barat dan seluruh masyarakat Jawa Barat bahwa walaupun penduduknya banyak dan terbesar di Indonesia, tapi jumlah (penduduk) yang terkena COVID-19 tidak berbanding lurus dengan jumlah penduduk,” ujar pria yang akrab disapa JK itu.

Baca Juga  Panglima TNI Resmikan Replika Benteng Bersejarah di Cikahuripan

Menurut JK COVID-19 memiliki daya rusak yang tinggi dan cepat. Hal itu bisa terlihat dari daya penularannya, sehingga perlu dilakukan upaya penanggulangan yang cepat pula.