YOGYAKARTA – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir akan dikukuhkan sebagai guru besar dalam bidang sosiologi pada Kamis (12/12) di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).
Mengangkat tema pidato Moderasi Indonesia dan Keindonesiaan, acara pengukuhan guru besar Haedar Nashir akan dihadiri berbagai tokoh, diantaranya Jusuf Kalla, Buya Syafii Maarif, Malik Fadjar, dan tokoh lainnya.
Berikut profil singkat Haedar Nashir. Haedar merupakan pria kelahiran 25 Februari 1958 di Desa Ciheulang, Ciparay, Bandung Selatan dari pasangan Haji Bahrudin dan ibu Hajah Endah binti Tahim. Haedar lahir dari keluara santri, ayahnya seorang Kyai (Ajengan), serta sejak kecil mengenyam pendidikan agama sampai mengantarkannya ke Pondok Pesantren Cintawana Tasikmalaya. Selepas dari pesantren, Haedar melanjutkan pendidikan di SMP Muhammadiyah 3 Bandung dan SMAN 10 Bandung. Setamat dari SMA, Haedar merantau ke kota pelajar Yogyakarta, melanjutkan studi di STPMD APMD Yogyakarta.
Haedar masuk APMD karena ingin pulang ke ciparay menjadi camat memajukan daerahnya yang sering terisolasi secara politik dampak buruk dari DI/TII di wilayahnya Jawa Barat selatan.
Tahun 1984 lulus sarjana muda, kemudian kerja tahun 1987, lalu menyelesaikan S1 di APMD tahun 1991 sebagai lulusan terbaik.