Kinerja Camat Bogor Tengah Tuai Apresiasi, Dinilai Hadir Nyata di Tengah Masyarakat

Dok. Korti Mapancas Pakuan, Nail Nathan Nakutama.

KOTA BOGOR – Kinerja Camat Bogor Tengah, Deri Wiriadirama, kembali menuai apresiasi. Kali ini pujian datang dari Korti Mapancas Pakuan, Nail Nathan Nakutama, yang menilai Deri sebagai figur pemimpin wilayah yang tidak sekadar menjalankan fungsi administratif, tetapi juga aktif hadir langsung di lapangan.

Ia menilai, di tengah citra birokrasi yang sering dianggap kaku dan seremonial, Deri justru menunjukkan gaya kepemimpinan yang berbeda dengan turun langsung ke masyarakat, responsif terhadap persoalan lingkungan, serta berani mengambil langkah konkret.

“Kami mengacungi jempol. Deri bukan camat yang bekerja dari balik meja. Ia hadir di ruang-ruang problem masyarakat, membaca persoalan secara konkret, lalu mengeksekusinya dengan pendekatan yang rasional dan terukur,” ujar Nail dalam keterangannya, Rabu (7/1).

Post ADS 1

Menurutnya, pola kepemimpinan yang ditunjukkan Deri memperlihatkan bahwa pemerintahan di tingkat kecamatan tidak hanya menjadi kepanjangan administratif pemerintah kota, tetapi berperan sebagai garda terdepan dalam pembangunan sosial.

Ia menilai, berbagai upaya seperti penataan lingkungan, penguatan koordinasi lintas kelurahan, hingga pendekatan persuasif kepada komunitas warga mulai membentuk kultur baru dalam tata kelola pemerintahan di Bogor Tengah.

“Yang paling penting, ia membangun kepercayaan publik. Itu modal utama pemerintahan hari ini. Tanpa kepercayaan, kebijakan hanya akan menjadi dokumen,” tegas Nail.

Lebih lanjut, Korti Mapancas Pakuan memandang Deri sebagai representasi birokrat muda yang berorientasi pada solusi. Bukan sekadar reaktif, namun memiliki keberanian untuk melakukan terobosan meski dihadapkan pada keterbatasan struktural.

Nail juga mendorong Pemerintah Kota Bogor agar memberikan dukungan yang lebih serius terhadap pola kepemimpinan progresif semacam ini.

“Wali Kota perlu memberi ruang, kepercayaan, dan perlindungan kebijakan bagi camat-camat yang progresif. Anak-anak muda birokrasi seperti Deri harus diapresiasi, karena dari merekalah wajah baru pemerintahan kota dibangun,” katanya.

Ia menambahkan, jika model kepemimpinan tersebut dapat direplikasi, kecamatan tidak lagi dipandang sebagai unit pasif, melainkan sebagai laboratorium perubahan sosial.

“Bogor Tengah hari ini memberi contoh bahwa perubahan tidak selalu menunggu program besar. Ia dimulai dari kepemimpinan yang jujur, bekerja, dan berpihak,” pungkas Nail. (*).

Berita Daerah & Nasional

Menu
ASPRO Property..

Bangun Rumah, Renovasi Rumah dan Pekerjaan Sipil Lainnya YA ASPRO AJA

Promo Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !