1. Dinas Pendidikan meninjau kembali dan mengevaluasi secara intens internal Dinas Pendidikan serta sistem pendidikan yang berjalan di sekolah.
2.Dinas Pendidikan memberikan pembinaan dan arahan terhadap oknum terkait yang melakukan tindakan diatas.
3. Dinas Pendidikan membuat kebijakan yang mendongrak kualitas belajar dan kesejateraan siswa untuk mendapat hak belajarnya.
4. Menjamin bahawa korban terlindungi dari intimidasi atau penekanan psikologi yang dilakukan oleh oknum terkait maupun sekolah yang bersangkutan.
Menanggapi audiensi dan hasil temuan dari KMPPP Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Fachrudin berjanji akan menyelesaikan permasalahan tersebut. “Harus diselesaikan hari ini, nanti dari Dinas akan turun langsung ke sekolah tersebut” ujarnya.
KMPPP mengutuk tindakan oknum maupun sekolah yang melakukan diskriminasi terhadap siswa-siswi yang mencederai sistem dan kode etik pendidikan. Sebagaimana di jelaskan oleh bapak pendidikan nasional Ki Hajar Dewantara, Tujuan pendidikan yaitu mengajarkan berbagai Ilmu kepada anak didik dengan harapan agar anak dapat menjadi pribadi yang baik dan sempurna hidupnya dan selaras dengan masyarakat beserta alamnya.
“Hal ini menjadikan bahwa pendidikan harus di rasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia namun hal ini bertolak belakang dengan apa yang sedang di rasakan di daerah-daerah di Indonesia terkhusus di Kota Bogor yang notabennya dekat dengan ibu kota Negara, lalu kalau kita kembali kepada gagasan di dalam visi dan misi dinas Kota Bogor itu adalah visi “Terwujudnya masyarakat yang cerdas serta berkarakter, unggul melalui pelayanan prima,” ujar Aslam.
Aslam berharap, pendidikan di Kota Bogor untuk lebih mengaktualisasikannya menjadikan misinya yakni meningkatkan kapasitas pelayanan pendidikan, meningkatkan kualitas dan relevansi pendidikan, meningkatkan daya saing pada semua jenjang pendidikan, meningkatkan profesionalisme dalam penyelenggaraan pendidikan.
“Hal ini sepertinya masih jauh dari realitasnya kalau masih ada kejadian yang di rasakan oleh peserta didik di masa pandemi Covid-19 ini,” Tegasnya Aslam. (*)