KABUPATEN BOGOR – SMA PGRI Plus Satu (PESAT) Cibinong, menyelenggarakan kegiatan Lorong Budaya Tahun 2019 yang dikemas melalui apresiasi budaya nusantara cerita rakyat dengan menampilkan 18 Suku Bangsa Indonesia oleh ratusan siswa di halaman SMA Pesat , Selasa (19/11). Kegiatan ini untuk melahirkan generasi milenial kreatif, inovastif dan nasionalis, dalam rangka menghadapi perkembangan teknologi di era 4.0.
Kepala Sekolah SMA PGRI Plus Satu Cibinong, Basyarudin Thayib menuturkan, derasnya arus teknologi informasi di era industry 4.0 menjadi tantangan bagi dunia pendidikan dalam melahirkan generasi atau kader bangsa yang berkualitas, berkarakter dan memiliki rasa nasionalis terhadap tahan air, sehingga bisa turut serta menjaga dan melestarikan budaya bangsa ditengah pesatnya budaya asing masuk ke Indonesia.
“Untuk melahirkan kader bangsa yang berkualitas, harus memiliki tiga karakter yakni nasionalis, menguasai teknologi dan memiliki iman yang kuat. Dengan tiga karakter tersebut, mereka tidak hanya mampu menghadapi tantangan menuju era 4.0 tetapi mampu menjaga budaya dan martabat bangsa dimata dunia,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan lorong budaya merupakan agenda rutin tahunan yang telah dilaksanakan sejak 2012 lalu, untuk menjaga dan melestarikan budaya bangsa. Para siswa tidak hanya diajak mengenal tetapi mendalami budaya melalui beragam cerita rakyat.
“Lorong budaya tahun ini kita tampilkan 18 suku budaya dengan tema cerita rakyat, sebagai wadah kreatifitas, inovasi dan berkarya dalam mengembangkan bakat dan minat para siswa. Dengan cerita rakyat mereka berupaya menjadi pelaku dengan mendalami karakter otomatis akan terbentuk rasa memiiliki budayanya dan nasionalis. Sehingga kita budaya kita tetap bertahan di era globalisasi seperti saat ini,” tegasnya.