Sementara itu, Kasubdit Peserta Didik Direktorat Pembinaan SMA Kemendikbud RI, Juandanilsyah mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Itu merupakan kegiatan yang sangat positif, karena para siswa diberikan kebebasan untuk menampilkan kreatifitas yang tinggi dari suku bangsa masing-masing.
“Ini yang kita sebut learning outcome, kompetensi yang diajarkan disekolah masih konten. Sementara yang ditampilkan itu output dari apa yeng mereka dapat dan pelajari. Melalui kegiatan ini mereka bisa memenuhin yang namanya empat C, yakni kreatifitas, kritikal thingking, kolaborasi dan komunikasi. Saya tadi lihat para siswa sangat pandai dan pintar dalam mengepresikan budaya melalui cerita rakyat yang ditampilkan, sehingga budaya lokal tetap terjaga dengan baik,” paparnya.
Ditempat yang sama, Ketua Pengurus Besar IPB PGRI Kabupaten Bogor, Supardi mengaku, bangga dan mengapresiasi manajemen dan kinerja yang dilakukan seluruh jajaran SMA PGRI Plus Satu Cibinong. Metode pembelajaran yang dikemas melalui kegiatan apresiasi lorong budaya nusantara itu, menjadi semangat baru sesuai dengan tujuan pendidikan diera milenial seperti saat ini.
“Pelestarian budaya ini sangat penting untuk dilakukan terutama di usia dini, jangan sampai generasi kita tergerus budaya asing. Kami berharap dengan kegiatan ini mampu menumbuhkan rasa mencintai budaya bangsa. Karena dengan memelihara budaya bangsa, kita turut serta mempertahankan eksistensi bangsa Indonesia,” imbuhnya. (*)