
JAKARTA – Pasca diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Ibukota DKI Jakarta, terakahir diperpanjang hingga 4 Juni 2020, grafik persebaran kasusu baru COVID-19 menunjukkan penurunan yang signifikan.
Meski demikian, masyarakat diimbau tidak lengah, sebab masa perpanjangan PSBB kali ini bertepatan dengan momen mudik dan arus balik dalam rangka Hari Raya Idulfitri 1441 H, yang berpotensi terhadap peningkatan kasus kembali (second wave).
Untuk itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersinergi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 untuk membatasi pergerakan masyarakat saat arus balik menuju Ibukota.
Menurut Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, pencegahan second wave akibat arus balik lebaran ini sangat menentukan bagaimana kondisi Jakarta ke depan.
“Sekarang kita berhadapan dengan situasi yang cukup unik, di masa akhir perpanjangan PSBB ini bersamaan dengan musim mudik dan musim arus balik, karena itulah Pemprov DKI Jakarta membuat ketentuan bahwa semua orang yang akan bepergian harus mendapatkan izin dan yang bepergian adalah orang yang bekerja di 11 sektor yang diizinkan,” ujar Anies dalam konferensi pers bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 di Graha BNPB, Jakarta Timur, Senin (25/5), seperti dikutip dari siaran pers PPID Provinsi DKI Jakarta.
Bangun Rumah, Renovasi Rumah dan Pekerjaan Sipil Lainnya YA ASPRO AJA
Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !