KABUPATEN BOGOR – Pemerintah Kabupaten Bogor di akhir tahun 2018 ini akan dilaksanakan pergantian kepemimpinan daerah, Kepemimpinan Bupati Nurhayanti akan digantikan dengan Bupati terpilih Ade Yasin, yang juga adik dari mantan Bupati Bogor dua periode Rahmat Yasin, Pemerintahan Kabupaten Bogor saat ini tengah sibuk mempersiapkan acara serah terima jabatan Bupati, acara pelantikan Bupati Terpilih Ade Yasin dan Iwan Setiawan direncanakan akan dilantik oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil pada tanggal 30 Desember dan akan diteruskan dengan serah terima jabatan yang akan dilaksanakan pada tanggal 31 Desember 2018 di ibukota Cibinong.
Selain mempersiapkan program kerja seratus hari, Bupati Terpilih, Ade Yasin juga akan mempersiapkan penyelenggaraan pesta demokrasi yakni pilpres dan pileg 2019 yang akan dilaksanakan April 2019 agar sukses dan aman, seperti diketahui Bupati Terpilih Ade Yasin dalam politik pilpres tahun 2019 harus memenangkan koalisi Jokowi Ma, ruf Amin dan sebaliknya Wakil Bupati Terpilih Iwan Setiawan juga harus memenangkan pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahudin Uno.
“Ini merupakan pertaruhan serta strategi politik kedepan, dikhawatirkan pasangan yang akan dilantik dan baru menjabat akan pecah kongsi dalam menentukan pilihan politik pilpres, walaupun dalam dunia politik praktis itu hal biasa terjadi,” tukas Lulu Azhari Lucky yang mantan anggota DPRD atau lebih populer disapa Ki Jalu.
Ki Jalu pun menegaskan, bahwa dalam Penyelenggaraan Daerah dalam kontek otonomi daerah maka pendamping Bupati dan Wakil Bupati yakni Sekda, selain sebagai koordinator kegiatan SKPD juga pelaksana tekhis kebijakan Bupati, dan ini harus orang atau pejabat yang bisa menjabarkan program kerja yang sudah di janjikan oleh pasangan Bupati dan Wakil Bupati, serta harus punya jiwa kepemimpinan yang mumpuni, mengayomi dan memahami karakteristik wilayah dan pemerintahan Kabupaten Bogor, dan paham serta pintar dalam komunikasi politik antar lintas organisasi dan lembaga yang ada di Kabupaten Bogor, harus memiliki tipikal terbuka untuk semua pihak juga berani dalam mengambil sikap serta lurus dalam menjabarkan kebijakan bupati Ade Yasin, terlebih dengan penjabaran program unggulan yang dijanjikan pada saat pilkada yakni program Panca Karsa.
“Belum lagi menyelesaikan pekerjaan – pekerjaan rumah mantan bupati Nurhayanti, alias PR semisal persoalan persoalan BUMD yang notabene tidak ada dampak keberhasilan untuk dirasakan langsung oleh masyarakat kabupaten bogor secara umum, dan masa kepemimpinan Nurhayanti menggelontorkan modal penyertaan APBD yang notabenenya uang rakyat yang jumlahnya cukup signifikan lebih dari 600 milyar, bisa dilihat nyata apa keberhasilannya, malah ada BUMD yang saat ini sudah kolep mati suri alias bangkrut akan tetapi tidak ada upaya serta daya mengambil sikap atau kebijakan waktu itu, malah terkesan didiamkan,” ungkap Ki Jalu
“Penggantian direksi BUMD tidak akan menyelesaikan masalah akan tetapi kalau tidak selektif dan profesional malah akan menjadi dampak negatif dimana pertanggung jawaban uang rakyat sebelumnya, siapa yang menjadi tanggung jawab, harus ada solusi dan kajian semisal menyiapkan tim penyelamat dan penyehatan BUMD,” tambah Ki Jalu.
Tak hanya itu menurut kajian Ki Jalu sapaan akrab Lulu Azhari Lucky yang juga Penasehat Ormas Laskar Dewa, hal tersebut akan menjadi bagian dari pekerjaan Bupati Ade Yasin dan Sekda yang baru, banyaknya persoalan-persoalan di pemerintahan Kabupaten Bogor, Lulu Azhari Lucky yakin akan dapat diselesaikan oleh Bupati Ade Yasin dimana selain memiliki jiwa kepemimpinan perempuan yang mengayomi, juga memiliki penasehat stateginya yakni Kakak Kandungnya sendiri Rahmat Yasin.
“Yang kita ketahui beliau (Rahmat Yasin-red) itu kiprah politik serta jaringan akar rumput dimasyarakat masih kuat dan masih di panuti oleh birokrat-birokrat yang ada Cibinong,” tambah Ki Jalu.
Sebagai informasi Ki Jalu yang saat ini juga didaulat menjadi Penasehat Majelis Cendikiawan Kerajaan Nusantara (MCKN) Bogor menyampaikan ucapan selamat bekerja untuk Bupati Ade Yasin dan Iwan Setiawan, serta mengajak masyarakat Kabupaten Bogor khususnya lintas organisasi jika ingin membangun Bogor saatnya bersama sama, dan lupakan perseteruan pilkada 2018, yang mana hal itu merupakan dinamika politik praktis, beda pilihan bukan berarti harus berbuntut panjang dan menjadi oposisi yang tidak sehat.
“Kalaupun mau menjadi oposisi jadi oposisi yang berdampak manfaatnya bagi masyarakat Kabupaten Bogor, pesan saya untuk Bupati Ade Yasin jangan salah pilih pendamping teknisnya yakni pengganti Sekda Adang Sutandar, dan dari 5 Kandidat yang beredar saat ini, ada inisial, IS, YN, DS, DK serta B yang sudah banyak asam garam di bidang pemerintahan, walaupun paling yunior dibandingkan dengan yang lain, inisial B terakhir itu yang bisa dan dapat mendampingi serta menjawab apa yang menjadi program Bupati Bogor, dan dapat diterima semua pihak, di didalam maupun diluar pemerintahaan, dan naluri politik Ki Jalu pun akan sama dengan para penasehat atau minimal yang memberikan masukan positif kepada Bupati Ade Yasin dan kita lihat saja di Januari ini dimana masa kerja Sekda Adang Sutandar habis.” pungkasnya.