JAKARTA – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menekankan bahwa ibadah puasa memiliki peran penting dalam pembentukan karakter manusia, yang pada akhirnya dapat mewujudkan Generasi Emas 2045.
Dalam ceramah bertema Pendidikan Akhlak Menuju Generasi Emas 2045, Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyatakan bahwa puasa bukan sekadar ritual ibadah, tetapi juga merupakan sarana pendidikan akhlak yang menuntun manusia menuju kebahagiaan dan kemuliaan.
“Puasa bukan sekadar ritual, tapi bagian dari sarana dan proses pendidikan agar kita menjadi hamba Allah yang berakhlakul karimah,” ujar Mendikdasmen dalam ceramahnya, Senin (3/3).
Menurutnya, cita-cita Generasi Emas 2045 selaras dengan tujuan negara yang tertuang dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 dan Pasal 33 Ayat 1. Alinea keempat dalam pembukaan UUD 1945 menegaskan bahwa salah satu tujuan berdirinya Indonesia adalah mencerdaskan kehidupan bangsa.
Sementara itu, Pasal 33 Ayat 1 menegaskan bahwa pemerintah bertanggung jawab menyelenggarakan sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia.
“Kaitan antara tujuan didirikannya negara dan tujuan pendidikan sangat erat, sehingga ibadah puasa menjadi bagian dari upaya pembentukan manusia yang unggul dan bertakwa,” kata Mendikdasmen.
Ia menambahkan, berbagai tafsir menunjukkan bahwa puasa adalah bagian dari proses edukatif yang membentuk manusia menjadi pribadi yang bertakwa.
“Ibadah puasa adalah kesempatan untuk membersihkan jiwa dan ruhani dari sifat tercela yang bisa mendorong manusia ke perbuatan nista,” jelasnya.
Lebih lanjut, Mendikdasmen menjelaskan bahwa Generasi Emas 2045 adalah individu yang berpengetahuan luas dan bertakwa. Ia menyebut generasi ini sebagai faithful generation, yaitu generasi yang memiliki keimanan dan ilmu pengetahuan sebagai kunci kejayaan bangsa.
“Generasi emas ini dapat dibentuk melalui puasa, yang melatih kita untuk menahan diri, tidak rakus, merasa cukup, bersyukur, serta meningkatkan kualitas hidup dengan berbagi kepada sesama,” tutupnya. (DR)