Oleh: Dr.(H.C.). Solihin, A.Md., S.E., M.Pd.
Direktur Eksekutif Indonesia Japan Business Network (IJBNet)
Kemerdekaan bukan hanya tentang bagaimana bangsa ini terbebas dari penjajahan. Kemerdekaan juga tentang bagaimana setiap anak bangsa mampu membebaskan dirinya dari kebodohan, keterbelakangan, kemiskinan, dan keterbatasan kesempatan.
Karena itu, setiap kali memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, saya selalu teringat pada satu hal yang sangat dekat dengan perjalanan hidup saya: pendidikan.
Bagi sebagian orang, memperoleh pendidikan mungkin merupakan sesuatu yang biasa. Tetapi bagi saya, pendidikan adalah sebuah perjuangan.
Setelah lulus sekolah dasar, saya harus meninggalkan Kota Depok terpisah dari irang tua menuju Klender, Jakarta Timur. Bukan untuk mencari kehidupan yang lebih nyaman, tetapi karena saya ingin memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP. SMA pun masih saya tempuh di Klender.
Perjalanan itu tidak selalu mudah. Ada keterbatasan, ada perjuangan, ada rasa lelah dan mungkin ada saat-saat ingin menyerah. Tetapi saya percaya, kalau seseorang mempunyai kemauan untuk belajar, selalu ada jalan yang bisa ditempuh.
Pendidikan mengajarkan saya satu hal penting: keterbatasan bukan alasan untuk berhenti memperbaiki diri. Kemerdekaan harus diisi dengan peningkatan kualitas manusia
Karena itu, menurut saya, salah satu cara terbaik mengisi kemerdekaan adalah terus belajar. Tidak ada kata terlambat untuk belajar.
Saya sendiri terus berusaha memperbaiki diri melalui pendidikan. Dari D3, kemudian S1, S2 dan seterusnya, bagi saya gelar bukan sekadar rangkaian huruf yang ditempatkan di belakang nama.
Gelar adalah tanda bahwa kita pernah berjuang untuk meningkatkan kapasitas diri. Tentu, pendidikan tidak boleh berhenti pada mengejar gelar. Pendidikan seharusnya membuat seseorang menjadi lebih baik: lebih berilmu, lebih bijaksana, lebih profesional, lebih bermanfaat dan lebih mampu memberikan kontribusi kepada bangsa.
Bahkan wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dimulai dengan perintah “Iqra” — bacalah. QS. Al-‘Alaq ayat 1–5 mengingatkan manusia tentang pentingnya membaca, pena, dan proses memperoleh pengetahuan.
Pesannya sangat jelas: membangun manusia dimulai dari ilmu.
Belajar bukan hanya untuk diri sendiri. Ada alasan lain mengapa saya terus berusaha belajar. Saya ingin anak-anak saya kelak melihat bahwa orang tuanya juga mau berjuang.
Saya ingin mereka mempunyai motivasi untuk memperoleh pendidikan setinggi mungkin. Bahkan kalau memungkinkan, jangan sampai mereka kalah dari orang tuanya.