
JAKARTA – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menerima donasi 130 unit Oksigen Konsentrator dari Trip.com Group Tiongkok yang berkantor pusat di Shanghai, Cina, untuk diserahkan ke Kementerian Kesehatan dan didistribusikan ke unit-unit pelayanan kesehatan dalam penanganan Covid-19.
Menparekraf, Sandiaga Uno secara simbolis menyerahkan donasi alat oksigen konsentrator dari Trip.com kepada Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Kantor Bea Cukai, Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Banten Rabu (4/8).
Dalam sambutannya Menparekraf Sandiaga Uno menjelaskan, sesuai pesan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahwa di situasi saat ini semua pihak harus memiliki sense of urgensi dan sense of crisis guna menghadapi pandemi COVID-19. Sehingga kebangkitan ekonomi dapat terwujud dan tentunya akan tercipta lapangan kerja yang seluas-luasnya.
“Oleh karena itu saya merasa bahwa setiap kita memiliki tanggung jawab. Ini sebagai salah satu upaya gotong-royong untuk menghadapi pandemi dari pihak dunia usaha kepada pemerintah. Diharapkan ini bisa cepat disalurkan bagi masyarakat yang membutuhkan,” kata Menparekraf Sandiaga Uno.
Untuk target vaksinasi, Menparekraf Sandiaga Uno menuturkan, di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif terkait vaksin yaitu 34 ribu sampai 40 ribu perhari di seluruh tanah air. Baik dari Sabang sampai Merauke. Untuk itu dihadirkan beberapa sentra vaksinasi di destinasi wisata dan sentra ekonomi kreatif.
“Alhamdulillah, kata pak Menkes, stok vaksinasi sudah tersedia cukup. Sehingga ini diharapkan mampu mencapai target vaksinasi 2 juta perhari,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan Trip.com melalui Kemenparekraf. Menurutnya, bantuan alat kesehatan ini akan membantu dan menyelamatkan pasien-pasien Covid-19 yang saat ini tengah membutuhkan pasokan oksigen.
“Saya terima kasih sekali, berkat sumbangan ini akan banyak pasien yang terselamatkan. Alat ini menyelamatkan banyak nyawa, sebelum lebaran hanya butuh 400 ton per hari, setelah kasusnya naik, kita membutuhkan pasokan di atas 2.000 ton per hari. Dan pabrik-pabrik di Indonesia waktu itu produksinya hanya 1.700 dan hal itu masih kurang,” katanya.
Hal itu membuat pihaknya berpikir keras bagaimana kekurangan oksigen itu bisa tercukupi. Salah satu caranya yaitu dengan alat atau pabrik oksigen kecil seperti ini. Alat ini bisa menghasilkan 10 liter oksigen per menit dan pengoperasiannya juga mudah karena tinggal dihubungkan ke listrik. Alat ini cocok bagi pasien-pasien yang ada di IGD atau yang ada di ruang isolasi ringan. (*)
Bangun Rumah, Renovasi Rumah dan Pekerjaan Sipil Lainnya YA ASPRO AJA
Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !