
JAKARTA – Massa aksi dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia ( KAMMI ) menggelar demo di depan Monas, Jakarta Pusat, Senin (21/3). Aksi ini menuntut pemerintah mengusut tuntas mafia minyak goreng, menolak penundaan Pemilu, dan menolak perpanjangan masa jabatan Presiden.
Pantauan dari lokasi beberapa polisi dan petugas Dinas Perhubungan (Dishub) mengawasi jalannya aksi mahasiswa. Ratusan orang tersebut adalah gabungan dari KAMMI Jabodetabek dan Jawa Barat.
Turut hadir kader KAMMI Bogor sebanyak kurang lebih 40 Kader dikerahkan untuk aksi kali ini. Kondisi terpantau tertib dan tidak mengganggu arus lalu lintas di sekitar kawasan Monas. Polisi juga turut mengawasi jalannya aksi sambil mengatur arus lalu lintas
“Harga minyak goreng yang mahal, menjadikan masyarakat mengeluh dengan hal tersebut. Padahal ini masih dalam kondisi pandemi, yang dimana banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaan dan sedang membangun lagi ekonominya. Ini sama saja menyakiti hati rakyat,” Ujar Andi Kabid KP KAMMI Bogor
Tidak hanya itu, tuntutan yang dibawa massa aksi. “Hari ini adalah aksi yang wajib kita sampaikan kepada pemerintah khususnya dan kepada masyarakat. Bahwa negara kita sedang tidak baik-baik saja. Dengan kondisi seperti ini, malah Ada isu penambahan 1 periode sehingga menjadi 3 periode.
Padahal di dalam konstitusi negara melarang hal itu. Tapi beberapa pimpinan partai menginginkan tersebut. Itu sama saja melecehkan aturan negara yang sudah disepakati” ujar Edo Ketua Umum KAMMI Bogor
Terdapat satu mobil komando terlihat di lokasi. Selain itu, massa aksi membawa berbagai atribut, seperti bendera KAMMI, dan spanduk yang berisikan tuntutan mereka. Petugas gabungan polisi terlihat berjaga di sepanjang area Patung Kuda. Sementara itu, kondisi lalu lintas saat ini terpantau ramai lancar.
“Massa aksi yang datang kurang lebih 100 dari Jabodetabek dan Jawa Barat,” kata Ketua KAMMI Zaky Ahmad Rivai di lokasi.
Zaky mengatakan pihaknya meminta agar pemerintah menindak tegas mafia minyak goreng. Dia menyebut mafia minyak goreng telah merugikan rakyat. “Tuntutan kami adalah bagaimana supaya mafia-mafia itu segera ditindak tegas karena memang yang rugi itu bukan yang di atas tapi yang di bawah terutama kita-kita,” tutur Zaky.
Selain itu, mahasiswa juga menolak penundaan Pemilu. Dia berharap pemilu harus dilaksanakan sesuai jadwal, yaitu tahun 2024.
“Kemudian yang kedua tentang penundaan pemilu, itu diharapkan tetap sebagai sesuai dengan jalurnya, saya kira juga Pak Jokowi perlu diapresiasi kerja-kerjanya, tapi bukan berarti dengan memperpanjang waktunya, atau menunda waktu pemilunya, saya kira negara ini harus berjalan sesuai konstitusi,” sebut dia.
Selain itu, Zaky berharap agar harga pangan tetap stabil. Terutama menjelang bulan Ramadan ini. “Kemudian tentang stabilitas harga pangan saat Ramadan, jadi ketika Ramadan kita sudah tahu bagaimana harga pangan dan kebutuhan rakyat itu sangat tinggi apalagi menjelang Idul Fitri, kami menuntut stabilitas harga pangan ini segera ditindaklanjuti sama pemerintah,” sebutnya.
Adapun tuntutan KAMMI Pusat hari ini
1. Mendesak pemerintah Mengusut tuntas Dan menindak tegas mafia minyak goreng
2. Menuntut pemerintah Menjamin ketersediaan Pasokan dan stabilitas Harga kebutuhan pokok menjelang Ramadhan
3. Menolak dengan tegas Wacana penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden Dan wakil presiden tiga periode. (*)
Bangun Rumah, Renovasi Rumah dan Pekerjaan Sipil Lainnya YA ASPRO AJA
Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !